Suara pohon bergemuruh yang di terpa angin malam seakan menemani Azrial yang sedang terduduk di taman. Tangannya menggenggam minuman botol yang tadi di belinya. Sesekali ia mencengkram kesal minuman tersebut.
Waktu terus berjalan, detik mulai bergant menit, hingga berganti jam, namun Azrial masih duduk di bangku taman itu di temani dengan riuhnya suara angin yang menerpa sebuah pohon rindang tersebut. Azrial yang semula terduduk mulai berdiri, wajahnya mulai kesal karena bosan menunggu sendirian. Ditambah lagi suasana yang begitu sepi di taman tersebut.
"Azrial.." sebuah suara memanggil namanya. Dengan cepat Azrial langsung menengok, berharap orang yang ditunggunya telah tiba.
"Ehh, Fresya. Gue kira siapa?" wajah Azrial seketika lesu, ketika melihat wajah cewek yang baru datang itu.
"L