Mobil Tania berhenti depan bangunan kost Deva. Sepanjang perjalanan Deva tertidur, dan Tania sama sekali tidak mengganggunya. Meski sudah mengenal Deva cukup lama, Tania tidak pernah mengusik privasi Deva. Hubungan mereka berjalan layaknya simbiosis mutualisme, saling bergantung, saling membutuhkan, dan rasanya Tania tak berhak mengusik hal lain dalam hidup Deva.
"Dev," Tania menepuk lembut lengan Deva, dan tak lama cowok itu segera tersadar. "Udah sampe?" Tanya Deva, dengan separuh kesadarannya. Reaksi alkohol masih
mendominasi tubuhnya. Ia melihat keluar kaca mobil dan mendapati bangunan kost nya.
Deva dan Tania pun turun dari mobil, Tania menemani langkah Deva sampai depan teras kost, lalu ia pun menghentikan langkahnya.
Tania menyentuh pergelangan tangan Deva, membuat cowok itu seg