Di ujung sana, Sayna tampak berpikir sebentar. Ia berusaha menimbang keputusannya hari ini. Sesungguhnya ia juga ingin segera menyelesaikan masalahnya dengan Kiran, tapi ia masih terlalu takut untuk menghadapi sekaligus menerima kenyataan bahwa Kiran dan Eza tetap memilih bersama tanpa peduli apa pun.
Setelah terdiam beberapa menit, Arbis kembali bersuaran. "Na? Gue jemput ya?"
Sayna segera tersadar. Ia pun akhirnya menjawab. "Gak usah, Bis. Gue ke sana sekarang."
Arbis tersenyum lega mendengar jawaban Sayna.
"Oke, Na. Kita tunggu ya." Arbis menyahut lagi dengan ramah.
"Na, nitip jus yang ada di bawah yaa." Ilham berteriak mengingatkan jus yang tadi mereka bahas.
"Jus apaan?" Sayna yang mendengar suara Ilham seketika menjawab sebelum mengakhiri panggilannya.
"Itu lho, ruko yang beka