Suara tamparan yang didapati Nayla begitu mengudara. Keheningan saja dibuat terusik olehnya. Tanpa sadar, Nayla mengepal tangan, menajamkan mata, serta menahan diri manakala rasa tidak terima begitu membuncah begitu dalam pada sang kakak.
"Aku cuma nyuruh kamu mengandung anaknya suamiku. Bukan justru merebutnya dariku!" pekik Diana. Matanya memerah, tajam.
Nayla menelan ludah. Setiap kalimat yang dia dapati dari Diana, kakaknya, sudah bak belati yang siap menyayat d**a.
"Kenapa aku yang Kakak salahkan? Bukannya sejak awal aku udah bilang, jangan melibatkan aku dipernikahan kalian. Tapi setelah ini terjadi, kenapa justru aku yang jadi penjahatnya?" lirih Nayla. Dadanya sebenarnya berdebar kencang. Jika saja kakaknya ini bertindak lebih jauh, sepertinya Nayla siap kalau pun harus kehilangan kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka.
Diana mendengus. Alih-alih menyadari akan kesalahannya yang dipaparkan sang adik, Diana justru kian menaruh dendam. "Kalau gitu kembalikan dia! Gugurin anak yang ada didalam kandungan kamu itu! Dengan begitu, suamiku bisa kembali padaku, Nayla!"
"Kamu benar-benar nggak waras, Kak!" Nayla ikut memekik. "Kamu udah bukan manusia. Kamu yang minta dia hadir, tapi kamu juga yang nggak mau kalau dia hidup. Di mana hati nurani kamu? Dia juga berhak untuk hidup-aw!"
Nayla merintih saat Diana dengan cepat mendorongnya hingga terbentur ujung meja. Mata sang adik kian memamerkan gurat kebencian yang setiap detiknya bertambah.
"Kalau gitu, pergi sejauh mungkin! Tinggalin suami aku. Menjauh dari kebahagiaan kami, Nayla. Kamu ngerti!"
Bagaimana mungkin hidup Nayla akan tetap baik-baik saja setelah insiden yang hari ini dia terima. Ketulusan yang dulu dia berikan, rupanya berbalas ketidaksukaan. Keterpaksaan demi memberikan sebuah bahagia pada sosok yang dia anggap malaikat, kini hanya tinggal sisa-sisa kebencian yang mendadak dia dapati kala takdir berkata lain tentang keputusannya.
Terbitnya sebuah cinta yang tulus dari dalam hati Shaga untuk Nayla, menjadi awal hancurnya kehidupan perempuan malang itu.
Apa yang akan terjadi pada anak yang dikandung Nayla jika Diana sudah tidak lagi mendamba akan hal itu? Lantas, apa yang akan dilakukan Shaga, manakala dua raga yang dia tanam sebuah benih, secara bersamaan tumbuh? Siapa yang akan dipilihnya untuk tetap bersama?