Malam itu Najmi pulang langsung berlari menuju kamar nya, mata nya berkaca seakan menahan sesak di d**a. Baru saja najmi mengetahui bahwa laki-laki yang selama ini begitu ia cinta telah membuang nya dan harus menerima kenyataaan bahwa dia hanyalah bahan taruhan Ricard dan kawan-kawanya.
Najmi menguyur tubuhnya di shower kamar mandi dan menumpahkan air mata yg sejak tadi dia tahan, Najmi merasa t***l, Bodoh, karena tidak percaya ucapan Zami yang memberi tahu nya bahwa Ricard dan kawan-kawannya punya maksud lain.
Sekarang Najmi menyesal karena semua terasa sudah sangat terlambat. Najmi sudah merasa dirinya kotor, merasa Jalang dan sudah tidak suci lagi. Karena baru seminggu yang lalu dia memberikan kesuciannya kepada Ricard laki-laki yang sudah tega menjadikan kesuciannya sebagai barang taruhan.
Tepatnya Malam minggu kemarin Ricard mengajak nya untuk mengunjungi rumah nya ingin memperkenalkan dia dengan ibu nya, Najmi yang kepalang senang saat itu mulai mempersiapkan semua dengan maksimal untuk menemui ibu laki-laki yang ia cintai, apalagi ini adalah kali pertama ada laki-laki yang memperkenalkan nya kelurganya.
Tidak ada terfikir hal- hal buruk kepada Ricard, malah sebaliknya Najmi mulai berfikir untuk lebih serius kedepannya karena mungkin ini saatnya dia untuk melepas masa lajang nya dan segera menikah.
Malam itu Najmi berfikir untuk berdandan natural namun tetap menarik, najmi memakai dress biru di bawah lutut dan memberi riasan sedikit di kepala untuk membuat kesan lebih feminim, dan tentu saja Najmi begitu terlihat Sangat WOW karena di dukung dengan body nya, kulit nya yang putih, tinggi 176, p******a padat berisi dan b****g yang menunjang layaknya Gitar Spanyol. Yang membuat semua mata tertuju pada Najmi.
Pukul 07.00 malam Ricard menjemput Najmi, ricard langsung terpesona melihat penampilan Najmi. SEMPURNA… seketikan kata tersebut langsung keluar dari mulut Ricard. Cukup waktu 30 menit untuk sampai di rumah Ricard, seketika dia langsung bertemu dengan ibu ricard karena memang beliau sudah seperti menunggu di depan rumah, dan terlihat seperti tidak sabar akan kedatangan Najmi
“Najmi tante” najmi langsung menyalam ibu ricard dan di sambut peluk hangat dari ibu ricard
“Kamu cantik sekali sayang” ibu saja sampai pangling, ibu ricard mempersilahkan masuk dan membawa duduk langsung ke meja makan. Memang tujuan utaman dari pertemuan mereka untuk makan malam bersama dan berkenalan dengan najmi.
Perbincangan terus berlanjut di meja makan, ibu Hanny dengan Najmi sangat cepat akrab terlebih mereka punya hobi yang sama yaitu wisata kuliner. Mereka sibuk membicarakan makanan dan tempat makan yang enak yang pernah mereka kunjungi. Sampai lupa ricard sejak tadi memandangi mereka dengan wajah yang kesal.
Sampai semua terhenti karena suara telpon ibu hanny berdering, ibu hanny buru-buru menjawab telepon menjauh dari ricard dan najmi yang sedang makan makanan penutup puding coklat dengan vla berhasil membuat perut terasa penuh.
Tak lama kemudian ibu hanny datang lagi dan meminta izin untuk menyudahi makan malam karena pak Indra minta di jemput ke kantor karena Ban mobil nya kempis, mau tak mau ibu hanny langsung bergegas menjemput pak Indra.
“Najmi, maaf ibu tidak bisa menemani, lain kali kita akan bertemu lagi dan berwisata kuliner bareng kalau kamu tidak keberatan” ibu hannya berpamitan dan memeluk Najmi
“Dan ricard tolong antarkan tuan putri yang cantik ini pulang secepatnya, kalau kamu tidak mau pak RT dan warga berbondong-bondong kesini” bu hanny sambil mengedipkan mata kepada ricard
“Tenang bu aku akan menyamar menjadi kepala desa nanti” kata ricard sambil tertawa senang membalas olokan ibunya.
Selepas bu hanny pergi rumah sepi karena pembantu yang biasa bantu2 dirumah bu hanny hanya sampai sore karena beliau sudah berkeluarga, adik ricard pun juga harus pribate bahasa inggris malam karena pagi sampai sore harus sibuk dengan sekolah nya, mau tak mau harus mengambil jam malam.