Setelah selesai sholat magrib, entah mengapa Liam seperti melihat banyak cahaya disekeliling Kayla yang baru saja selesai sholat.
“Hush … masjid, gak baik mandang lawan jenis dengan mata yang begitu,” ucap Juna yang berhasil menyadarkan Liam.
Liam hanya diam saja, walau wajahnya berpaling, tapi tidak dengan matanya yang selalu terpaku dengan Kayla yang saat ini hendak pergi ke parkiran mobil.
“Yam … eh … dibilangan ya susah!” ucap Juna lagi yang kali ini menegur Liam sambil memukul pundaknya.
“Sakit!” ucap Liam karena pukulan Juna yang benar-benar keras sekali.
“Makanya sadar, tuh anak-anak udah pada nungguin di mobil,” ucap Juna yang langsung beranjak pergi meninggalkan Liam yang masih belum lepas dari pikiran tentang cahaya yang mengelilingi Kayla.
Apakah itu nyata, atau hany