Saat sampai di depan kamar Kayla. Liam langsung memencet bel pintu kamar Kayla. Saat Kayla mendengar bel tersebut ia pikir yang memencetnya adalah cleaning service, jadi Kayla tidak melihatnya keadaan luar melalui teropong kecil yang ada di pintu.
Ketika membuka pintu betapa terkejutnya Kayla saat mendapati Liam yang sudah berdiri di depan pintu sambil tersenyum.
“Liam?” sontak Kayla langsung menutup kembali pintu kamarnya, tapi sayang tenaganya tidak lebih kuat dari tenaga Liam yang menahanya.
“Aku bawakan makanan untuk kamu, yakin gak mau?” tanya Liam yang berusaha menahan pintu tersebut agar tidak tertutup.
“Kamu ngapain ke sini?” tanya Kayla yang benar-benar merasa malu sekali pada Liam.
“Kamu itu kenapa si, Kay?” tanya Liam yang seolah tidak mengerti dengan sikap Kayla yang be