Sepanjang hari Kayla terus saja merasa gelisah, sampai-sampai Risda dan Vira sudah tidak tau haru berbuat apalagi lada temannya yang satu ini.
Setelah selesai mandi, tadinya Kayla berniat mau langsung berbicara pada Liam, tapi entah mengapa nalurinya berkata kalau nanti juga Liam akan biasa saja padanya.
“Kalau kamu terus-terusan berpikir tanpa tindakan, kamu gak akan pernah tau hasilnya,” ucap Risda sambil menyisir rambutnya di depan cermin.
“Tapi gimana caranya aku ngejelasin itu semua ke Liam?” tanya Kayla lagi. Dirinya benar-benar bingung harus melakukan apa saat ini.
Vira hanya bisa diam saja, saat ini dirinya masih berusaha menahan rasa nyeri haidnya. Jadi ia tidak ingin melakukan apapun atau bahkan berbicara apapun.
“Huh … masalah kamu tuh sebenarnya gak rumit, cuma kamuny