“habis dari mana kamu ” ucap Fitri (mama Feli)
Feli menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah mamanya
“perduli apa mama sama Feli ” ucap Feli datar
“ jelas saya tidak perduli dengan mu tapi dengan kamu dianter orang ke sini saya enggak mau ada orang yang tau jika kamu adalah anak saya ” ucap Fitri
“aku juga enggak minta jadi anak mama” ucap Feli
“ sudah berani kamu menjawab saya ” ucap Fitri lalu menampar pipi Feli, Feli memegang pipinya yang terasa panas
“ nyesel saya sudah melahirkan kamu kenapa enggak dari dulu saya kasih kamu ke panti asuhan, nambah beban saya aja kamu ” ucap Fitri
“ya tuhan sakit sekali ” batin Feli
“ kenapa mama enggak sekalian bunuh Feli aja biar gak jadi beban mama ” ucap Feli
“ KAMU DIRAWAT ENGGAK BERTERIMA KASIH MALAH MINTA DIBUNUH, kalau mau pun saya akan bunuh kamu ” ucap Fitri
“AYO MA hiks BUNUH FELI hiks SEKARANG hiks AYO BUNUH MA hiks” ucap Feli
Fitri pun memukul Feli, Feli memiliki untuk pasrah
“udah ingat ya jangan sampai ada yang tau kalau kamu itu anak saya ”
Feli pun berjalan ke kamar
Brak
Feli pun duduk di pojok kamar dan menutupi wajahnya dengan kedua lututnya
“ kenapa mama selalu benci Feli ”
“ aku juga mau ngerasain di sayang kayak temen temen ”
“ pa jemput Feli pa Feli udah enggak kuat”
Setelah kejadian kemarin hari ini Feli berangkat lebih awal untuk menghindari mamanya, ia juga menutup luka di wajah nya dengan memakai masker walaupun masih terlihat tapi tidak terlalu kelihatan banget .
Setelah sampai di sekolah Feli langsung masuk ke dalam kelas
Feli pun duduk di bangkunya tak berselang lama kedua temannya datang
“ pagi banget berangkat lu Feli ” ucap Thalita
“iya lagi mood berangkat pagi ” ucap Feli
“kenapa pakek masker ” ucap disya
“eh ini em lagi batuk aku takut kalian ketularan ” ucap Feli disya menatap Feli dengan tatapan tidak percaya
“ ya udah Guru udah Dateng ” ucap Feli
kringgggg
Bel istirahat berbunyi
“kantin yuk” ucap Thalita
“kalian aja aku gak mood kantin” ucap Feli
“ya udah kita duluan ya” ucap Thalita sambil menarik tangan disya
Tak berselang lama pun Rangga datang ke kelas Feli dan duduk di sebelah Feli
“ kenapa ” tanya Rangga sambil memainkan rambut Feli
“ kenapa gimana ” ucap Feli
“ kenapa pakek masker dan gak ke kantin ” ucap Rangga
“pakek masker karena lagi batuk nanti nular dan enggak ke kantin karena gak mood ” ucap Feli
Rangga menatap Feli tidak percaya dan langsung membuka masker Feli karena gerakan Rangga terlalu cepat Feli tidak bisa mencegahnya dan Rangga Melihat banyak luka di wajah Feli
“ kenapa bisa ” ucap Rangga
“ enggak papa cuma habis jatuh aja ”
Ucap Feli Rangga pun masih tidak percaya tapi ia pura pura percaya
Rangga pun membuka hp dan menelepon seseorang
"Bawain makan ke kelas Feli dan kotak P3K"
".........."
Setelah itu Rangga mengechat seseorang