Happy Reading ^_^
***
“Sayang…”
Sudah empat harian ini Lentera Hadiyata risih dengan panggilan sayang yang dilontarkan oleh suami brengseknya. Sejak kedatangan Arga dan informasi bahwa dia mendapatkan clue tentang Virsha, panggilan sayang itu terasa begitu mengganggu. Telinganya panas, pikirannya pun jadi gelisah. Segala hal yang tengah dilakukannya jadi terhenti karena ia menanti kalimat selanjutnya.
“Kenapa tubuh kamu tegang sekali begini, hm?” Arga mengeratkan pelukannya dari belakang. Lentera semakin tak nyaman. “Aku kangen kamu, sayang.” imbuhnya dengan mengecupi rambut Lentera secara terang-terangan.
Alarm berbahaya lain berdenging. Lentera langsung berinisiatif menghentikan godaan suaminya, namun dengan cara yang terukur. Tidak terlalu menolak, tapi juga tidak mau menerima. Per