"Gimana kalau kita dorong mobil ini sampe ke bengkel?"
Arkan mengangkat lengan kanannya. Tampak jam tangan yang menunjukkan pukul 23:30
"What? Serius?! Gue kira baru jam delapan malam."
"Tidur. Nggak baik begadang." saran Arkan.
"Gak bisa, Ar. Gue nggak bisa tidur dalam posisi duduk kaya gini. Pegel tau." Kila mengeluh. Raut mukanya begitu tidak suka.
"Tiduran. Jok belakang kan, panjang. Mau gue tidurin?"
"Hus! Nggak lah!" Kila mengubah posisi. Ia merebahkan dirinya. Perlahan, kedua bola matanya terpejam. Semoga saja setibanya di rumah, mereka berdua tidak dicurigai yang tidak-tidak karena malam ini tak terjadi apa pun pada mereka.
***
"Non Kila? Arkan?" Bi Ima menatap bergantian kedua sosok di hadapannya. "Kalian habis ke mana aja? Nyonya Sherren semalem tidak tidur karena