Lusi menggerutu. Naufal benar-benar tidak adil. Dania saja boleh masuk, masa dirinya tidak boleh?!
Ya, mau tidak mau, dia harus pulang sekarang juga. Lusi akan mengadu pada Fardo. Kakaknya itu pasti bisa membuat suasana hatinya membaik.
Akhirnya setelah dua jam pulang, Sherren kembali lagi ke rumah sakit bersama Glen. Dan juga Arkan. Ketiganya sesekali berbincang supaya suasana tidak terlalu beku.
Kedua netra hitam Sherren mendadak terpusat pada seorang gadis yang berjalan ke arah berlawanan dengannya. Sepertinya Sherren kenal.
"Tunggu." cegah Sherren, mencekal lengan gadis tersebut.
Lusi tergemap. Tadinya dia ingin berteriak, tapi usai mengetahui siapa yang mencegahnya, ia jadi tersenyum simpul.
"Eh, Tante." sapa Lusi duluan.
Glen menatap sang istri, tatapannya tersirat