“Lepas, Sa. Ampun. Gue janji gak bakal sembarangan buka diary lo lagi!” kata Arkan beruntun. “Rambut gue...”
“Sa, lepasin.”
“Kita bicarain baik-baik.”
“Jangan pakai k*******n kayak gini!”
“Sa, lo gak malu kalau Tante Sheren lihat?!”
“Sa! Udah dong!”
“Ampun!”
“Ice cream blueberry sehari gue beliin tiga! Gimana?!”
“Lo mau bikin gue gendut?!” pekik Kila.
“Iya udah lepasin dulu! Bilang lo mau apa!” sepertinya tidak ada pilihan lagi. Arkan dengan sekuat tenaga berbalik badan. Kila memekik. Sekarang posisinya menindih tubuh Arkan. Cengkraman Kila melemah. Mata Mereka bertemu dalam satu objek lurus. Tidak! Kila tidak akan terjerumus ke dalam lubang yang namanya ‘cinta' lagi. Buru-buru dia berdiri.
“Kalau mau balik badan bilang dulu kek.” misuh Kila.
“Habis, lo enggak mau berh