Ardian tersenyum licik kalau Gadis itu berusaha menghindarinya. Sudah lama dia tidak bertemu Cewek itu. Sekarang, malah terlihat tambah cantik dan juga ramping.
Ardian menengok ke kanan kiri. Tempat perbelanjaan ini sepi. Hanya ada kasir perempuan. Ia mendekati Kila, tangannya memegang ke arah yang seharusnya tidak dipegang. Kila memekik kencang. Ia melempar bungkus makanan ke wajah Ardian.
“Lo lagi?!” mata Kila membulat sempurna. Ketakutan masa itu kini muncul kembali.
“Pergi!”
“Mbak, tolong—“
“Berani lo ganggu dia lagi?!” Naufal datang. Punggung Ardian langsung ditendang dari belakang.
Kila memekik. Namun, ia merasa aman.
Cowok itu datang di waktu yang tepat.
“Langkahi mayat gue dulu kalau lo mau nodain dia!”
Tinju dari Naufal mendarat sempurna di rahang tegas Ardia