"Lo cantik. Pasti ibu lo juga cantik. Lo tau, Sa? Waktu pertama gue kenal lo, gue tau kalau lo itu cewek kuat, periang dan nggak menye-menye. Eh, ternyata semakin lama gue kenal lo, aslinya lo itu Cewek lemah dan cengeng.”
“Gue nggak lemah.” Sahut Kila dengan suara gemetar. Efek dia menangis.
“Kalau lo enggak lemah, terus ngapain lo berhenti dan jongkok di sini? Cewek kuat itu tetap lanjutin jalannya di situasi apapun.”
Gemuruh petir terdengar. Kila jadi takut.
“Tuh udah mau hujan. Yakin di sini aja?”
Kila mengangguk samar. Ia akhirnya berdiri kembali untuk berjalan ke mobil. Arkan membuka pintu untuknya. Kila langsung masuk.
“Lo bisa jalanin mobil, Ar?”
“Bisa. Ayah dulu kerja jadi sopir. Ya, gue sering dilatih waktu hari minggu.”
“Di rumah emang ada yang cari gue, Ar?” tany