KILA POV
Aku binggung saat melihat Icha datang dengan mata yang sembab sama seperti kemarin.entah kenapa akhir-akhir ini Icha terlihat sedih. Dia tidak mau menceritakan masalahnya kepadaku. Mungkin dia butuh waktu untuk menyendiri.
"Ajarin teman lo itu buat rawat diri sendiri. Mana ada Cowok yang mau sama Cewek jelek kayak dia."
Aku memicingkan mata mendengar perkataan Lusi yang begitu menyakitkan. Tunggu, apa Cewek yang dimaksud Lusi adalah Icha?
"Maksud lo apa?"
"Gue kasih nasehat. Seharusnya lo terimakasih."
"Nasehat, tapi kedengarannya hinaan. Jaga perkataan lo, Lusi. Semua wanita itu cantik. Enggak ada yang jelek." aku melipat tangan di d**a. Langsung saja aku pergi meninggalkan Lusi. Aku tidak mau membuang energiku untuk berdebat dengan dia.
"s**l! Gue belum selesai ngomong.