PLAK!
Tamparan keras mendarat mulus di rahang Fardo. Kalau bukan adiknya yang menampar, pasti dia sudah menghabisi orang yang menampar nya saat ini.
"Kenapa Kakak mencopet?! Katanya Kakak kerja di restoran. Tapi kenapa malah kayak gini? Kakak tega bohongin aku?" parau Lusi.
"Bukan gitu, Dek. Gue--"
"Aku kecewa. Video Kakak udah disebar di grup sekolah. Aku pasti nggak akan bisa sekolah dengan tenang mulai sekarang."
"Nggak. Lo masih bisa sekolah dengan tenang. Gue jamin itu." Fardo memegang kedua pundak Lusi. Ia menatap lekat-lekat, tapi Lusi membuang muka. Dia menjauhkan dirinya.
"Jangan dekat-dekat aku lagi, Kak. Aku malu punya Kakak pencopet." Lusi masuk ke dalam rumah. Ia menutup pintu rapat-rapat tanpa memperdulikan Fardo yang masih berada di luar.
***
"Kamu nggak mau pu