Setelah insiden itu Libra merasa ia menjadi wanita paling cantik di umurnya yang baru akan menginjak 19 tahun gadis itu sudah memilik lima pacar, bayangkan bukan kah itu suatu prestasi?
"Lima!" Panggil Libra saat ia melihat Lima sedang mengeluarkan motor meticnya dari parkiran.
"Apa," jawab Lima biasa saja.
"Ko apa?" tanya Libra kesal.
"Gue bukan cenanyang, ngak usah ngarep gue peka!" ucap Lima sakratis.
"Lo tuh pacar gue inget gak sih?" tanya Libra semakin kesal.
"Inget," jawab Lima enteng.
"Udah gitu doang? Serah deh!" ucap Libra menyerah untuk berbincang pada Lima.
"Oy...pacar!" teriak Lima.
"Apa," ucap Libra di depan gerbang sekolah.
"Gerbangnya geser dikit dong motor gue ngak muat," ucap Lima memberi perintah.
'i***t!' ucap Libra dalam hatinya.
"Ishh...nyusahin!" gerutu Libra tapi tetap menggeser sedikit gerbang di hadapannya.
"Ok sipp, tar gue beliin es youheart" kata Lima saat cowok jangkung itu ada di samping Libra menggendarai motornya.
"Gila, Es nya cuman gopean sok-sok an mau traktir!" teriak Libra karna Lima meninggalkannya di depan gerbang dengan janji murahan cowok itu.
Tapi saat Libra akan menyebrang untuk naik angkot ternyata Lima kembali lagi dan menghentikan motornya di depan Libra.
"Apa?" sewot Libra.
"Jangan gr yah gue balik lagi bukan karna mau nganterin lo pulang atau mau minta maap apalagi mau beliin es youhert karna gue ngak bawa uang..."
"Intinya aja bambang, lama-lama gue kasih sajen juga lo," kesal Libra.
"Boleh," ucap Lima menyetujui usul Libra.
"Hahhhh?"
"Sajennya topingnya bisa milih kan? Enak tuh nasi anget-anget pake ikan asin tenpe sama tahu terus kang..."
"Lo ngomong kagak mau ngapain? atau gue jorokkin lo ke jalan raya!" ancam Libra karna semakin kesal dengan tingkah Lima.
"Intinya ** lo keliatan, item kan warnanya, rendaan lagi" ucap Lima menjelaskan mendetail hingga pada warna dan modelnya.
Libra repleks menutup kedua dadanya dengan tangannya menyilangkannya di sana. "Gue malu," cicit Libra.
"Ngak usah malu," ucap Lima menepuk bahu Libra. Libra kira cowok satu ini akan menenangkannya sebelum Lima menambahkan ucapannya.
"Lo kan biasanya malu-malu_in," ucap Lima tanpa beban.
Runtuh sudah harapan Libra pada Lima, rasanya gondok luar biasa ingin Libra mengeluarkan u*****n.
"Gue pinjem jaket lo dong, Pliss!! Gue cuci ko setelahnya" mohon Libra pada Lima menyatukan kedua tangannya di depan dadanya.
Lima melirik jeket yang ia sampaikan di tali tas berwarna coklat berbahan karung goni miliknya "yaudah deh nih...gue pinjemin kasian" ucap Lima memberikan jaketnya. "Pacar" panggil Lima "Jangan lupa buat cuci ya itu udah ngak di cuci selama satu tahun, gue beruntung punya lo" ucap Lima polos.
Lalu dengan tidak tahu malunya Lima memutar motornya menuju pombensin yang memang terletak di sebrang sekolahnya.