Tak tak tak
Deru langkah kaki menggema di seluruh penjuru ruangan dengan cahaya remang remang, bau amis menyambut indra penciuman setiap orang yang baru masuk ke ruangan tersebut termasuk seorang gadis cantik berusia 17 tahun dengan pakaian serba hitam serta celana jeans yang membalut kaki jenjangnya serta kacamata yang menutupi mata hazel yang dapat membuat siapa saja terhipnotis oleh tatapannya, memiliki wajah cantik kulit putih mulus serta body yang terbilang ideal membuat semua kaum adam berlomba lomba ingin mendekatinya tanpa tau di balik itu semua sosok Michelle andrienne adalah seorang yang sangat menakutkan di dunia mafia
‘’Urus dia, aku tak ingin mengotori tanganku hanya untuk hama kecil sepertinya’’Ucap Michelle berdecih menatap sinis orang yang sedang di ikat disebuah kursi dengan keadaan berlumuran darah
‘’Baik bos’’Jawab salah satu anggotanya menunduk takut begitupun dengan anggota yang lain
Michelle melangkahkan kakinya ke luar ruangan dan memutuskan untuk kembali ke rumah sambil memijat pelipisnya yang terasa berdenyut, dimana saat semua orang hanyut kedalam mimpi indah dimalam hari ia harus memikirkan musuh musuh yang tak berhenti mengincar black wolf terutama dirinya sebagai sang ketua
Mobil BMW i8 membelah jalanan kota new york hingga mobil yang dikendarai michelle tiba di sebuah mansion yang sangat megah namun seperti tak ada kehidupan di dalamnya bukan karena tak berpenghuni dimansion yang terdiri 3 lantai itu mempekerjakan 15 orang maid dan 20 orang bodyguard namun setelah kepergian sang ayah dan ibu bagi michelle rumah tak lagi menjadi tempat pulang ternyaman bagi dirinya
Mengetahui kedatangan sang nona dengan segera bodyguard membukakan gerbang menggunakan remot dan menunduk hormat ketika mobil tersebut melintasinya
‘’Malam nona’’ sapa salah satu maid ketika michelle mengambil minum ke dapur
‘’hm’’Sikap dingin masih kentara dalam dirinya
‘’Sebaiknya nona makan terlebih dahulu saya sudah menyiapkan makanan kesukaan nona’’ Ucap miki salah satu maid yang bertugas menjadi koki di rumah ini
‘’Tak usah menyuruhku akanku makan jika aku lapar’’Jawabnya sambil melenggang menuju lantai dua kamar tidurnya
Kamar dengan nuansa abu mendominasi setiap sudut ruangan ini, michelle melangkahkan kakinya mendekati nakas yang terdapat figura yang menampilkan poto ayah dan ibunya juga dirinya yang sedang di gandeng oleh kedua orang tuanya sambil tersenyum bahagia poto yang diambil 7 tahun yang lalu sebelum si pembunuh k**i itu melenyapkan nyawa kedua orang tuanya
‘’Ayah ibu aku berjanji akan membalaskan dendam kalian, akan ku cari orang yang telah membunuh kalian’’Ucapnya lirih dan memeluk erat poto tersebut cairan beningpun tak mampu ia bendung inilah michelle sosok yang lemah dalam kesendiriannya
‘’Darah di bayar darah nyawa di bayar nyawa’’