Aku duduk menikmati suasana sore di depan rumah. Perasaan sedih menghampiriku lagi setelah mengingat kejadian kemarin saat aku melewati waktu untuk melihat kejadian di masa lalu serta kebenaran yang selama inj ditutup-tutupi.
Ingatan itu membuatku merasa tidak berguna sebagai keturunan suci. Harusnya aku mampu membebaskan kedua orang tuaku lebih cepat, tapi nyatanya waktu berjalan sangat lambat dan ada saja hal yang membuatku harus menunggu lebih lama lagi untuk mengalahkan Ratu Samara.
"Eliza ...." Steven datang dengan senyum ramahnya.
Dia duduk di sampingku lalu bertanya tentang keadaanku. Ya, hari ini Steven sejak pagi dia tak menemuiku. Mungkin dia sibuk dengam dirinya sendiri, aku memaklumi itu.
""Kenapa kau diam terus? Ayolah, lebih ceria sedikit. Enam hari bukanlah waktu yang p