Tuan Pecth tengah sibuk menyiapkan tiga kuda sebelum pergi ke istana. Tampaknya kuda-kuda itu disiapkan untuk dirinya sendiri, Steven dan tentunya Paman Rodrigo.
"Frans, kau bisa berkuda?" tanya Tuan Pecth saat Frans menghampirinya.
"Bisa, Tuan."
"Kalau begitu kau jadi kusir kuda, Eliza. Bisa?"
"Tentu."
Setelah semuanya siap, Frans membantuku naik ke kereta kuda Glitser. Dia membantuku dengan sangat hati-hati. Sesekali, Frans tersenyum saat dia tahu kalau aku memperhatikannnya.
Tidak ketinggalan, para kurcaci juga ikut naik ke kereta kuda. Aku menunggu dengan tenang karena Steven dan Paman Rodrigo belum keluar.
"Eliza, ini tongkat giok warnamu," ucap Paman Rodrigo seraya memberikan tongkat giok warna padaku.
Paman Rodrigo mengintruksikan pada semuanya untuk berangkat ke istana s