Aku terus menutup mataku, takut akan kematian, sebenarnya ini sudah 3 menit aku menutup mataku, aku juga seperti tidak menyadari kehadiran orang itu
Perlahan lahan aku buka mata ku, setelah buka dengan lebar aku melihat sekitar, ruangannya sudah beda, sekarang catnya menjadi warna hitam, perabotannya benar benar berserakan dimana mana
Di pikiran ku hanya ada satu pikiran, yaitu keluar dari rungan ini, aku pun berjalan menuju suatu pintu, jalan ku di penuhi suara jangkrik seakan akan ini di luar
Saat aku membuka pintu itu, saat itu juga aku mendengar suara jeritan perempuan, aku pun berlari, lari sejauh mungkin, melewati ruangan demi ruangan, dan yang membuat ku menarik yaitu semua ruangannya adalah hitam
Suara jeritan perempuan mulai menciut sedikit demi sedikit, ku lihat kebelakang, tidak ada siapa siapa, aku sadar bahwa aku tidak berpikir terlebih dahulu dan lari, tapi suara hatiku berkata begitu
Rumah ini aneh, saat aku masuk itu tidak sebesar ini, kamarnya juga hanya 2 kamar, namun sekarang aku sadar bahwa aku bukan di rumah yang kelihatan tua itu
Di dalam satu rungan, aku melihat cermin, aku memandang diriku sendiri, berpikir buat apa yang selanjutnya akan aku lakukan, dan saat itu juga aku melihat bahwa di pipi kanan ku, aku mempunya luka, luka yang berdarah, darah itu tidak berhenti, aku berusaha mengusapnya dengan baju ku tapi itu juga sia sia