Armei menghafalkan setiap lorong di gua dalam waktu singkat. Perempuan itu juga hilang sejak berkeliaran bersamanya. Asalkan menemukan penghuni gua lainnya, ketenangan Armei bisa bertambah. Lalu, sebuah jalan menurun nan cukup dingin terlihat. Armei bingung karena di dalam jalanan itu bercahaya seperti terpancar oleh batu mulia yang tertancap di gua. Tanpa pikir panjang Armei memasukinya dan benar, itu adalah jalan bawah tanah murni dari gua. Seperti batu kristal yang berada di dinding-dinding gua, mereka bersinar mantulkan cahaya dari air yang ada di samping jalan batu. Armei tidak bisa berhenti takjub.
Saat dia keluar dari lorong itu, dia melihat halaman luas yang dipenuhi manusia. Menutup mulut untuk terkejut dirasa kurang, Armei sampai menahan napasnya. Mereka yang Armei cari telah b