“Jagalah hati, karena jika dia sudah sakit dan hilang rasa peduli. Maka dia akan pergi pastinya takkan pernah kembali lagi.” Zand Navindra.
*****
Zand berangkat lagi ke Rumah Sakit. Diperjalanan, dia mampir dulu membelikan makanan untuk kedua orang tuanya dan juga Qeira. Sambil menyetir, dia mengisi perutnya dengan dua bungkus roti cokelat keju dan segelas white mocca panas. Perutnya yang kosong dari kemarin tak dihiraukan, bahkan terlupa karena malam pertamanya dengan Naza. Kini terasa sangat lapar sehingga membuatnya sedikit pusing. Tapi, tetap saja dia masih senyam-senyum sendiri sepanjang perjalanan.
Sesampainya di Rumah Sakit, sudah subuh dan hampir pagi.
Zand langsung pergi ke ruang rawat Qeira. Di sana masih ada kedua orang tuanya yang tertidur dalam posisi duduk di sofa. Karena