Aku menatap Eomma yang saat ini sedang menemaniku menonton film. Meskipun hari masih siang, tapi entah mengapa aku sengaja mencari kesibukan untuk melupakan masalahku dan beruntung Eomma bilang mau menemaniku. Sampai film ini di putar bahkan hampir mendekati ending, aku dan Eomma masih saling diam. Aku tau jika ada banyak hal yang ingin Eomma bahas denganku, tapi dia memilih diam, menungguku untuk mengatakan semuanya dengan sendirinya.
"Eomma," panggilku dengan lirih, dia lalu menatapku dan tersenyum. "Apa ada yang kamu butuhkan, Sayang?" tanya Eomma dengan mengusap rambutku.
"Apakah Eomma memang benar ingin aku menikah secepatnya? Bagaimana jika aku belum siap?" tanyaku dengan menatap mata Eomma. "Eomma tidak bisa bohong jika memang menginginkan kamu cepat menikah. Kamu putri eomma s