Karena aku merasa jika kamarku bukan tempat yang tepat untuk berdiskusi, maka aku mengajak mereka semua untuk berbicara di ruang tamu. Seo Rin memilih untuk duduk di sampingku, aku menggenggam tangannya sebelum berbicara untuk memberikannya keberanian menghadapi masalah dalam keluarganya.
"Sebelumnya maaf jika ucapanku nantinya akan terdengar menyinggung atau seolah menggurui, tapi apa yang aku katakan nanti adalah murni dari pendapatku sendiri. Jadi bisa diterima jika memang berkenan, tapi juga bisa menolak karena aku tidak memaksa," ucapku mulai membuka pembicaraan. Bibi Min Rin terlihat sangat serius menatapku, tapi aku tak gentar sama sekali. Sangat berbeda dengan Seo Rin yang nampak gugup.
"Aku tau jika Bibi dan Paman Jong Pal sangat menyayangi Seo Rin. Aku tau jika kalian ingin yan