Setelah kondisiku sudah benar-benar membaik, besoknya aku sudah boleh pulang. Setelah mengetahui jika aku tengah mengandung, sekarang Eomma menjadi semakin perhatian padaku. Dia melarangku untuk melakukan hal-hal berat, bahkan sampai melayani makanku juga karena kondisiku benar-benar lemah di awal kehamilan ini. Eomma bahkan sekarang sedang memijat kakiku, meskipun aku sudah menolaknya dengan keras, tapi Eomma masih tetap memaksa.
‘’Sebenarnya ada yang belum Eomma katakan padamu, Sayang. Eomma merasa tidak nyaman jika harus menyimpan hal ini lebih lama lagi,’’ ucap Eomma dengan menatapku serius. Aku mengerutkan kening, karena Eomma terlihat tidak baik-baik saja.
‘’Apa Eomma? Apakah itu hal yang buruk?’’ tanyaku penasaran.
‘’Sebenarnya Eomma ikut dalam rencana untuk membawamu ke pesta ha