Yang bertepatan dengan winda teman vanesa keluar juga, nico belum menutup kaca mobilnya sehingga terlihat jelas oleh winda, karena winda mengenal nico sebagai pacar vanesa.
"I.. Itukan nico pacarnya vanesa" Pikir winda teman kantor vanesa.
Dia curiga kalau yang beli testpack tadi yang barengan sama dia adalah selingkuhan nico.
Gak sabar menunggu besok ketemu vanesa.
Winda pun mengabari vanesa melalui via w******p.
"Eh.. Van gimana hubungan kamu sama si itu Nico? " Sambil memberi emot senyum
Vanesa langsung membalas w******p dari winda.
"Kenapa win, kog tiba-tiba nanya itu, aneh banget? " Balas Vanesa sambil penasaran
"Yaaa.. Gak kenapa- kenapa Van, ya udah besok aja kita cerita ya" Bakas winda kemudian.
Winda teman kantor vanesa yang baik dan akrab dengan dia.
"Kenapa yaa, winda tiba-tiba gitu, gak biasanya dia kayak gitu" Pikir Vanesa
"Ya udah lah, yakin jak semua baik-baik saja" Sahut vanesa jawab pikiran dia sendiri.
Vanesa termenung, dan mulai berpikir negatif dengan nico.
"Nico kemana ya,,, kog gak ada kabar sama sekali, apa mungkin dia sudah ada pacar baru" Pikirnya kemudian.
Dengan berlinang ari mata ketika teringat dengan nico, vanesa pun tertidur lelap sampai pagi tiba.
...................... .................... ....................
Waktu kantor tiba, vanesa datang ke kantor dan ketemu sahabatnya winda.
"Good morning.. Kenapa mata kamu bengkak?" Ucap winda
"Kamu bisa aja, gak bengkak kog" Jawab vanesa sambil tersenyum.
"Ngapa sih kamu tiba-tiba banget kepoin hubungan aku" Jawab vanesa menyusul
"Aku bukannya ngepoin kamu van, yang aku tau kan hubungan kamu baik-baik aja kan? " Balas winda sambil menepuk-nepuk tangan vanesa
"Selesai kantor kita ngopi tempat biasa ya" Ucap winda kemudian
"Ngapa gak istirahat aja kita ngopinya" Kata vanesa
"Nanti aja tunggu pulang biar santai kita, gak banyak beban karja" Jawab winda sambil tertawa
"Ya...udah terserah kamu" Kata vanesa sambil enyah dari hadapan winda.
"Eh.. Eh.. Kalian tahu kita akan ganti bos" Ucap karyawan kantor lainnya
" Kenapa? " Jawab winda
"Kita kan punya bos yang sakit-sakitan" Balas karyawan lainnya lagi
"Iiii gak boleh gitu, itu namanya nyumpahin bos tau gak" Kata Lili kawan winda dan vanesa yang berpenampilan culun.
"Semoga masih muda dan ganteng ya kawan-kawan" Jawab lili kemudian sambil tersenyum malu
"Hu hu hu" Ucap karyawan serempak
"Ayo kerja -kerja" Jawab karyawan lain
"Jangan ngegosip terus" Jawab karyawan lainnya lagi
Mareka pun fokus bekerja, tidak terasa jam sudah menunjuk pukul 15.30 waktunya untuk pulang.
Winda menunggu Vanesa karna akan menepati janjinya untuk ngopi di kedai.
"Ayo.. Kita ngopi" Kata winda
"Aku ikut ya dengan kalian" Jawab lili
"Gak boleh" Kata winda
"Aku hanya ngajak vanesa" Jawab winda
" Kalian ini ayo kita ngopi sama-sama" Jawab vanesa
Mereka bertiga pun beranjak pergi untuk ngopi bersama.
Tiba di kedai mereka memilih tempat dimana yang enak untuk cerita dan memesan minuman dan cemilan.
"Van... Ini loh ya, aku semalam nanya hubungan kamu sama nico" Kata winda
"Kenapa win, aku sama nico memang sekarang sudah hampir sebulan kebih ini jarang komunikasi lagi, tapi hubungan kami belum berakhir win" Jawab vanesa
"Semalam aku diapotik lihat nico jalan sama perempuan, perempuan itu beli sesuatu diapotik itu" Jawab winda
"Apa sih kamu win, jangan buat vanesa sedih" Ucap Lili
"Iii.. Kamu ini, aku bukan buat Vanesa sedih tapi memang itu kenyataannya yang aku lihat semalam itu" Jawab Winda lagi
"Udah... " Jawab vanesa yang kemudian terdiam, termenung seakan menahan amarah
"Coba kamu hubungi sekarang van, video call kalau diangkat berarti dia masih peduli sama kamu, kalau gak berarti kamu harus pikirin dan ambil langkah selanjutnya" Kata winda
"Jangan mau dibodohi laki - laki" Ucap winda menyusul
"Emm.. Sebenarnya aku masih sayang sama dia" Kata vanesa
"Aku harus ketemu nico dulu untuk pastikan semuanya" Katanya kemudian
"Van... (Sambil memegang tangan vanesa) sebenarnya kemarin waktu aku ke mall aku ada juga lihat nico jalan sama perempuan" Kata Lili
"Tapi aku gak bilang kamu, takut itu keluarganya nico" Susul Lili
"Tuh.. Kan van lili juga pernah lihat nico" Ucap winda
" Ngapa baru bilang sekarang sih li" Ucap winda menyusul
"Yahh.. Aku kira sodara nico, takut soujon" Jawab lili
" Ahh.. Soujon soujon kita tuh harus kompak" Ucap winda dengan wajah mengkerut.
"Teman-teman tolong aku harus gimana" Jawab vanesa sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
"Kamu coba selidiki aja dulu ya van" Jawab Lili dengan nada manjanya
"Mending kita makan cemilan ini dulu" Jawab lili
"Nanti kita sakit kalau gak makan" Ucap Lili kemudian
"Kamu makan terus yang dipikirin" Balas winda
"Yaa ayo kita makan" Balas vanesa lagi
"Nanti aku selidiki nico aja dulu" Kata vanesa dengan wajah datar
"Aku kasihan sama kamu van, dan gak tega bilang kalau perempuan kemarin itu beli testpack" Pikir winda panik mulai melanda
"Ya...udah kamu cari tahu aja dulu ya, semoga tidak membuat kamu sedih ya Van" Ucap winda sambil memegang tangan vanesa dan disusul Lili memegang tangan vanesa.
Meskipun lagi sedih mereka bisa tertawa juga dan saling menguatkan.
"Okay guys... Come on kita pulang" Ucap lili
"Kalian nginap kost aku ya" Jawab vanesa
"Dengan senang hati" Ucap lili balik
Tidak terasa malam mulai larut, mereka pulang ke kost Vanesa, dan menginap disana dengan kebetulan besok weekend mereka tidak masuk kerja, dan berencana untuk pergi jalan-jalan.
"Besoookkk weekend... Libur" Ucap winda sambil teriak dan disusul Lili dan vanesa
"Libur.. Bangun siang" Balas Lili sambil tertawa sambil melihat ke arah Vanesa yang terdiam.
Mereka pulang dan langsung menuju kost Vanesa, sesampai dikost semuanya langsung baring dan tepar.
"Guys... Kita tidur ya" Gumam Lili dengan mata terpejam
"Woi... Kalian gak mandi dulu ya? " Ucap Vanesa sambil memeluk kedua sahabatnya itu
"Dingin.. Udah jauh malam gini" Jawab winda
"Nanti sakit" Sahut Lili yang terlihat melemas
"Setidaknya cuci kaki tangan dan sikat gigi" Gumam Vanesa yang masih memeluk Winda dan Lili sambil tengkurap.
"Gak perlu" Jawab lili
Mereka pun tertidur lelap sampai pagi tiba, kesiangan karena terlalu lelah dan tidur lambat mambuat mereka bangun telat.
Tiba -tiba suara hp Vanesa berdering, namun mereka belum bangun juga..
"Kring... Kring... Kring..." Panggilan dari nico
setelah beberapa kali panggilan masuk baru lah nereka dengar dan sadar dari tidurnya.
"Kring... Kring... Kring..." Panggilan dari nico
Vanesa melihat hpnya dan terkejut, dan buru - buru untuk menjawab.
"Hallo sayang... Kemana?" Ucap niko
"Aneh, kamu kan tau aku selalu dikost kalau weekend" Jawab Vanesa sinis sambil melihat kedua sahabatnya.
Sahabatnya pun mencoba menguping dan mendekatkan telinga mereka.
"Ada apa? " Jawab Vanesa
''Kami berencana untuk jalan-jalan" Jawab nya menyusul
Namun vanesa tidak memberitahu mereka akan pergi kemana. Nico dan emily berencana untuk pergi kepantai.
"Jalan-jalan kemana? " Tanya nico memaksa
"Kepantai" Jawab vanesa melemas
Serasa semangat sudah hilang, dan tidak bersemangat sewaktu dulunya.
"Ya udah... Hati-hati ya" Jawab nico
"Kamu hanya bilang hati-hati aja" Balas vanesa
"Kamu gak ada niatan ikut" Jawab vanesa menyusul
"Aku lagi sibuk kerja sayang" Jawab nico lagi
Karena nico dan emily akan pergi ke pantai juva, namun nico membatalkan pergi kepantai karena takut ketemu Vanesa.
Nico yang mencintai emily, namun di hatinya masih ada vanesa juga. Dia sempat mau mengakhiri hubungan dengan vanesa namun batal karena masih merasa kasian dengan vanesa yang terlalu baik padanya.
"Ya udah lah" Kata vanesa dengan cemberut dan kesal dan mematikan telefon.
"Kita senang-senang dihari libur" Kata Lili
"Lupakan dulu masalah cinta" Kata Winda sambil teriak.
Vanesa dan kedua sahabatnya bersiap-siap untuk pergi ke pantai, setelah selesai siap-siap mereka pergi dengan girang.
Sesampai di pantai vanesa dan sahabatnya winda dan Lili membuat video dan berfoto disana.
"Karena kita bukan artis dan tidak ada fotografer pribadi kita gantian ya" Ucap winda
"Tenang aja" Jawab Vanesa
"Ayo siapa duluan yang mau divideo" Ucap Lili
"Aku aja" Jawab winda
Selesai giliran winda lalu kemudian lili.
Mereka berfose dengan sesuka hati.
Banyak orang berdatangan dipantai tersebut banyak juga yang mengadakan acara atau lomba di oantai itu untuk seru-seruan.
Giliran Vanesa yang akan membuat video, dia ingin berlari dipantai seperti yang dibuat winda dan lili.
"Oke... Van aku yang take video kamu" Ucap Lili
"Gak usah aku aja" Sahut winda
"Ya udah kalian berdua aja" Sahut vanesa sambil tertawa
"Kita sambil lari-lari dipasir ini" Sahut vanesa kemudian.
Mereka mulai take video dan berlari, vanesa duluan dan winda dan lili menyusul, mereka berlari vanesa lari sambil memutar kan badannya dan gak sengaja terlempar bola seseorang dan dia terjatuh.