Semua orang menoleh ke arah Abizar, bi Sumi dengan cepat menuangkan air ke dalam gelas dan menyerahkannya kepada Abizar.
“Minum dulu Tuan,” ucap bi Sumi.
“Terima kasih, Bi,” sahut Abizar lalu meminum air di gelas itu separuhnya.
“Bapak tidak apa-apa?” tanya Jelita mengkhawatirkan Abizar.
“Tidak apa-apa,” jawab Abizar berbohong. Sebenarnya ia cukup terkejut saat Jelita menuturkan tentang ASI dan cara menstimulasi p******a agar ASI lancar dengan cara dipijat oleh pasangan. Pikirannya bahkan sudah menerawang membayangkan bagaimana jika seandainya ia yang memijat p******a Jelita. mengingat itu saja wajahnya sudah terasa panas.
Gila, apa yang ia pikirkan? Apakah dirinya sudah kehilangan rasa malu? Bisa-bisanya ia membayangkan hal tak senonoh itu disaat seperti ini. Apalagi saat omanya a