Keduanya saling terdiam untuk beberapa saat, tidak ada yang bisa mendahului percakapan. Jelita tertunduk sedangkan Abizar nampak hanya melirik Jelita. Suasana di antara mereka tampak canggung.
Lama mereka menunggu suster yang katanya akan membantu mereka tapi setelah beberapa lama, suster itu tak kunjung datang. Jelita mulai gelisah. Abizar yang menyadari itu berinisiatif membuka pembicaraan.
“Eh jadi, ehh…!” tanpa disangka keduanya justru memulai percakapan secara bersamaan membuat situasi semakin canggung.
“Eh, ki-kita lihat video saja dulu, bagaimana? Soalnya aku juga baru pertama kali akan melakukan ini,” ucap Abizar memulai percakapan, mengusir situasi tidak nyaman itu.
“Emm, yah. Terserah Bapak saja,” tutur Jelita sambil tertunduk malu. Ia benar-benar tidak tahu harus bersikap b