Jelita terkejut bukan main. Ia mundur beberapa langkah saking kagetnya. :Kenapa dia bisa berada di sini? secepat ini dia menemukanku?! Aku harus bagimana? kalau aku membiarkannya di situ, dia pasti tidak akan pergi dan menggangu penghuni kamar lain. Aku harus menghadapinya dan mengusirnya. Sampai kapan pun aku tidak akan memaafkan kesalahannya,” gumannya membulatkan hati. Jelita pun membuka pintu dan lagi-lagi ia terkejut kareyan ternyata yang datang bukan hanya Abizar tapi juga oma. Ini gawat!
“Jelita….”
Lirih Abizar dengan tatapan penuh penyesalan.
“Kenapa aku datang kemari, aku pikir kau tidak akan kembali lagi. silakan pergi dari sini dari pada kau mengganggu penghuni lain,” ucap Jelita dengan dingin. Lalu menatap oma laura. Tatapan oma yang teduj dan penuh kasih sayang, seketika m