Bima terlihat fokus dengan laptop yang ada di depannya. Mata tajamnya fokus menatap layar sampai-sampai tidak memperhatikan sekitarnya. Ia bahkan tidak menyadari jika Yuna sudah berada di sampingnya. Sejak beberapa minggu, ia sama sekali tidak pernah menghubungi gadis itu. Bima sibuk dengan penyusunan skripsi dan kuliahanya.
Yuna menatapnya dengan dalam, gadis itu senang sekali menatap wajah Bima yang sedang serius seperti sekarang, seakan aura ketampanannya semakin terpancar bahkan hanya dengan diamnya pemuda itu.
“Apakah kehadiranku sama sekali tidak terasa olehmu?” akhirnya Yuna membuka suara setelah lama menikmati keindahan wajah tampan yang ada di hadapannya.
Bima akhirnya mengangkat kepalanya dan menatap Yuna sambil tersenyum.
“Mana mungkin aku tidak sadar dengan kehadiranmu,” s