"Sampai ...."
Mahesa mengentikan motornya tepat di depan rumah Selina. Gadis yang berada di boncengan belakang Mahesa itu tertawa geli sambil turun dan melepas helm. Mahesa menyergit heran karena tawa Selina yang anggapnya tidak ada sebab.
"Udah mulai gila nih anak," celetuk Mahesa.
Selina makin tergelak, sampai kemudian dia menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan. Mahesa masih memperhatikan Selina sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Sudah?" tanya Mahesa.
Selina mengangguk. "Makasih ya?" ujar Selina.
Cowok dengan wajah lelah itu semakin tidak paham. "Ini udah malam, jangan buat gue kelihatan beego deh," balas Mahesa.
Selina malah tersenyum. "Makasih udah nunjukin satu lagi sisi lain dari sosok Mahesa yang tidak banyak diketahui orang."
Kini cowok itu paham. Kepal