Mahesa meremas kedua kepalan tangannya. Dengan langkah gontai serta malas-malasan Mahesa masuk ke dalam rumah. Cowok itu tersenyum kecut ketika mengetahui ada mobil Irwan di halaman. Mimpi buruk Mahesa akan segera datang, sudah pasti, Irwan akan marah atau mungkin menghajarnya setelah ini. Habislah riwayat Mahesa.
Namun, mungkin memang ini yang sekarang tengah Mahesa butuhkan. Rasa sakit baru untuk menutupi sakit yang sebelumnya. Mahesa butuh pelampiasan itu. Hanya dengan Irwan, Mahesa bisa mendapatkannya. Biarlah, untuk saat ini entah mengapa rasanya Mahesa tidak ingin menghindar, dia malah ingin segera menjumpai pukulan, tendangan, tamparan, dan pecutan sabuk itu dari orang yang selama ini dia sebut dengan panggilan Papa.
Mahesa sudah ada di dalam rumah, benar dugaannya, Irwan sudah