Chapter 03
(perjalanan pulang mahira bersama Shia sedangkan Aisa pulang lebih dulu)
Sebelum dia sampai rumahnya, mahira ke menuju tempat mixue dan supermarket terlebih dahulu untuk membeli cemilan buat malam nanti bersama teman nya Shia yang pulang bersama karena searah.
“Ra, mending kita sekalian beli cemilan buat malam nanti biar ga bosen loh nugasnya.” Shia menyarankan sambil teriak karena angin sepoi-sepoi di jalan
"oiya, oke oke.” Ucap Mahira sambil menyetir motor nya
***
(sampai supermarket)
Tiba di supermarket dengan tergesa-gesa mahira mengambil handphone nya didalam tas nya untuk mengabari mama nya karena dia akan pulang telat untuk ke supermarket terlebih dahulu. Shia yang mengambil keranjang supermarket langsung mencari apa saja yang akan dibelinya. Terpisah tempat dengan Shia, Mahira pun mencari Shia sampai-sampai tidak memperhatikan bahwa dompet nya terjatuh. Seorang pria dewasa berkulit kuning cerah,bermata besar dan coklat ,tinggi badan sekitar 179cm yang menuju padanya dan langsung memberikan dompet pada mahira yang sedang sibuk mencari shia.
“Permisi ka, ini dompet kaka jatuh saat kaka sedang tergesa-gesa.” Ucap seorang pria tersebut dari belakang mahira sambil memanggil dengan memukul kecil bahunya
(mahira menengok dengan bingung dan dia langsung mengecek dompet di dalam tas nya)
“oh Ya Allah, astagfirullah alazim, ya ampun kak makasih, em.. sepertinya saya pernah melihat anda ka.” Jawab mahira sambil menatapnya dan mengingat sesuatu
Pria tersebut adalah ibrahim, dia adalah senior dari kampusnya mahira yang sudah lulus tahun kemarin dengan nilai ipk tertinggi. Dia sifat nya yang ulet akan waktu dia kuliah sambil kerja di pt ternama yang ada di daerah bekasi. Dia memang sudah menyukai mahira dari jaman nya dia masi kuliah semester 5 dan mahira masih maba di kampus dan mereka bertemu saat ibrahim menjadi kaka osis di kampusnya mahira.
(Ibrahim yang senang sambil menatapnya dengan tersenyum kepada mahira)
“hayo, hehe ternyata kamu masih ingat ya, kamu sedang apa di sini ra?” ibrahim bercanda kecil sambil bertanya
“iya ini lagi nemenin teman belanja.”jawab mahira
Setelah pertemuan tersebut, Tiba lah Shia yang sudah membawa belanjaan yang sudah dibeli nya, sambil menyapa keberadaan ibrahim yang membuat nya sedikit terkejut.
“loh ada ka ibrahim, ayo ra nanti kita telat sampai rumah di marahi mama mu lagi.”Ucap Shia sambil tergesa-gesa
(ibrahim yang awalnya senang karena bertemu dengan mahira lagi lalu terkejut kenapa mahira buru-buru sekali dan tidak sempat untuk mengobrol dengan nya)
“iya bawel, pamit dulu ya ka, assalamu ‘alaikum.” mahira sambil pamit dan tergesa
“loh kenapa buru-buru ra, wa’alaikum salam.” Jawab ibrahim dengan senyum
***
Saat mahira sudah pergi, ibrahim yang ingin mencari tau segalanya tentang mahira dari mulai tempat tinggal, hal yang dia sukai, yang tidak dia suka dan lain-lain. Ibrahim sangat mencintainya, dia sangat ingin bertemu lagi kepada mahira.
“duh, harus nya tadi minta no telepon nya, ya ampun.” Ucap ibrahim sambil menyesal
(Ibrahim mengambil handphone nya)
“Ra, aku akan datang untukmu, kamu memang pemenang di hatiku dan semoga tuhan mempersatukan kita.” Ucap dalam hati ibrahim sambil menatap foto mahira di handphone nya
Ibrahim memang sudah menyimpan foto nya mahira sejak lama tanpa mahira tau, walaupun mahira sudah tidak lagi memposting foto nya dan sudah di hapus semua fotonya di i********: nya karena hijrah nya, tanpa ibrahim tau soal mahira hijrah, ibrahim masih menyimpan foto mahira di galeri handphone nya. Dia ibrahim asli orang bandung yang tinggal bersama nenek nya dan ke dua saudaranya di pondok cabe, kedua orang tua nya berpisah saat usia nya masih 14 tahun. Sebagai kaka tertua dia menjadi seorang pria yang sibuk dengan pendidikan nya dan karir nya sebagai penghidup kebutuhan keluarganya, walaupun ayah nya yang masih suka memberi uang tapi berbeda dengan ibu nya yang sudah menikah lagi dan hidup dengan keluarga baru nya. Ibrahim sangat menyayangi keluarga nya termasuk nenek nya dan adik-adiknya.
~Lanjut