Dihari Minggu yang cerah Putri dan sahabatnya Winda berniat pergi ke cafe Dragon dipusat kota untuk menghilangkan penat setelah 6hari bekerja. Putri yang tomboy segera menyalakan mesin sepeda motor ninja kesukaannya untuk menjemput Winda dikostnya.
Tak butuh waktu lama Putri sudah sampai dikosan Winda nampaknya Winda sudah menunggu didepan gerbang kost-kosan.
"lama amat lu datengnya Put, sampai jemuran kaki gue" ujar Winda
" Maaf nyonya besar aku nyuci tadi hampir seminggu cucianku menumpuk he..." jawab Putri sambil tersenyum
"ayo jalan keburu malam nie"kata Winda sambil mengunci pagar
Tak butuh waktu lama untuk sampai ke tempat yang dituju dengan keahlian menyetir yang Putri miliki.
Mereka mencari tempat duduk yang paling pojok agar tidak terganggu dengan ramainya pengunjung.
"Kamu pesan apa Win" Sambil menyodorkan buku menu yang diberi weather
"capuccino coffe ma sandwich, kalau kamu?"
"oke sama kalau gitu, mbak pesan 2capucino coffe ma 2 sandwich."
"Gak mau nambah kamu Put ntar lapar lagi?"
"Ntar aja masih kenyang nie!"
"Baik,ditunggu ya mbak" ujar weather sambil mencatat makanan dan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Put kamu gak mau ngajak tunanganmu kesini?"
"Boro-boro dia mau diajak keluar, bilang sibuk terus. Mau telfon aku aja udah Alhamdulillah"
"Sabar deh Put, siapa tahu dia lagi kejar target buat halalin kamu.'' ujar Winda sambil tersenyum
"Eh ngomong-ngomong kala weekend kayak gini ada life music disini. Kadang yang nyayi artis ibukota. Serukan bisa minta Selfi ntar."
"Dasar ganjen kalau ada yang bening-bening langsung nyosor"
"Sekali-kali lah Put masak gue foto sama elo aja."
Tampak weather membawakan makanan yang dipesan mereka berdua. Sambil tersenyum weather menaruh makanan dengan sopan.
"Silahkan dinikmati semoga berkenan." ujar weather lalu pergi
Mereka menikmati makanan sambil mendengarkan life music. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam waktunya untuk mereka pulang. Tanpa sengaja Winda melihat tunangan Putri bersama wanita cantik.
"Put coba lihat dibangku nomor 4 itu tunanganmu apa bukan?"
"Mas Arya dia disini juga. Ntar ya Win aku ke mas Arya dulu. Gak papa kalau kamu mau kedepan duluan."
Dengan tergesa-gesa melangkah kearah Arya. Tapi langkahnya berhenti ketika melihat tunangannya membelai lembut pipi wanita didepannya dan memanggilnya "sayang".
Tubuh Putri tiba-tiba kaku bagai disambar petir. Air matanya seakan mau mengalir tapi berusaha dia tahan. Dengan langkah gontai dia tetap berjalan ke arah tunangannya itu.
"Mas Arya maaf mengganggu, oh mbak cantik ini pacarnya sampean yang mau mas kenalkan ke aku?"ucap Putri pura-pura tidak tahu.
"Kenalin namaku Putri adiknya mas Arya nama mbak siapa?" kata Putri sambil mengulurkan tangan.
"Aku Sinta sekertaris Arya sekaligus pacarnya!" ujarnya sambil tersenyum.
"Senang bertemu dengan Anda, maaf saya permisi pulang dulu soalnya temanku sudah menunggu didepan."
Dengan tergesa-gesa Putri berjalan keluar cafe. Air matanya mengalir sudah tak bisa dibendung lagi. Tiba-tiba tangannya ditarik Arya dengan kuat kebelakang.
"Ayo cepat ikut aku sekarang" ucap Arya
"Oke lepaskan tanganku aku bisa jalan sendiri"
Arya mengajak Putri ke tempat sepi disamping cafe.
"Mau kamu apa mas? dari awal aku sudah bilang aku bisa menerima semua kekuranganmu tapi tidak ntuk perselingkuhan"
"Maafkan Aku Put, andai kamu bisa sedikit feminim mungkin aku tidak seperti ini"
"Jangan mencari kesalahan orang lain untuk menutupi kebusukanmu. oke kalau kamu tidak bisa terima aku apa adanya kenapa kita sampai bertungan lebih baik kamu putusin aku sejak kita masih pacaran."
"Aku bisa jelasin Put, tolong beri aku kesempatan"
"Lebih baik kita pisah sampai disini sebelum kita menikah. aku kembalikan cincin ini mungkin ada yang lebih pantas memakainya dibandingkan aku."
Putri berlari menuju parkiran sepeda motornya dan Winda membuntuti dari belakang. Dengan hati hancur Putri mengendarai sepeda motornya menuju kost-kostan Winda seperti dia tidak pulang dia butuh teman curhat untuk malam kelam ini.