"Maaf kak ... maaf hanya itu yang bisa ku ucapkan saat ini." Batin Rania.
Dia hanya bisa mengucapkan kalimat itu saat ini, entah apa yang akan di pikirkan Hardi dan Yohanes tentang nya jika tau semua nya.
Sebenar nya dia cukup malu untuk mengakui semua tuduhan Hardi tadi, tapi dia tidak bisa menyembunyikan semua nya cepat atau lambat mereka akan tahu kebenaran nya.
Rania terus melangkah menjauh dari Hardi dan Yohanes. Dengan segera dia berjalan menuju parkiran tempat dimana David,Fani dan Youra menunggu nya sejak tadi.
"Itu mama sudah datang ... " Ucap dokter David.
Dengan segera Youra berlari ke arah sang mama yang sedang membawa keperluan nya,dengan wajah yang sangat sedih.
" Mama ... Mama kenapa." Tanya Youra heran.
Menyadari bahwa sang anak melihat wajah nya sedih pun segera memasang senyum yang paling manis.
" Ohh ... tidak sayang mama tidak apa-apa kok." Ucap nya.
" Ada apa Rania, apa semua baik-baik saja." Tanya dokter David.
" Hmm ... " Jawab nya.
" Yah,sudah ayo kita pulang." Ucap David.
" Baik om dokter." Jawab Youra semangat, lalu dengan segera berlari masuk ke dalam mobil David.
David masih memandang Rania yang masih tampak sedih, dan dia sangat tau apa yang membuat hati nya kacau saat ini.
David hanya bisa menghela nafas dalam, untuk mengatur perasaan nya saat ini.
" Ran, ayo Fani dan Youra udah nungguin dari tadi. " Ajak nya.
" Ohh ... baik, makasih Vid kami benar-benar merepotkan mu." Ucap Rania.
" it's okay ... toh aku juga tidak merasa di repot kan oleh kalian. " Jawab nya sembari tersenyum.
Rania hanya bisa membalas senyum pria tampan yang ada di hadapan nya saat ini.
Bagi nya David adalah malaikat yang di kirim tuhan untuk nya juga putri semata wayang nya.
Dia benar-benar bersyukur karna bisa bertemu David saat itu, Jika tidak entah apa yang akan terjadi dengan nya juga Youra.
" Bisa jalan sekarang tuan putri. " Ajak David.
" Baiklah ..." Ucap nya dan segera mengikuti langkah David menuju mobil.
Saat masuk di dalam mobil, Ia melihat Yohanes dan Hardi dari kejauhan. Dan hal itu membuat detak jantung nya berdetak tak karuan.
"Apa yang terjadi, Rania kau kenapa ingat lah dia sudah melupakan mu." Batin nya.
Dengan segera ia mengalihkan pandangannya dari Yohanes dan Hardi. Ternyata Yohanes menyadari bahwa Rania meliriknya nya sejak mereka keluar dari pusat perbelanjaan ini.
" Sudah pasang sabuk pengamannya ladies. " Tanya David semangat.
"Sudah ... " Jawab Fani dan Youra bersamaan.
" Tuan putri .." Tanya nya sembari melirik ke sebelah.
" Ia pak dokter, sudah. " Jawab nya dengan sedikit tersenyum.
Senyum yang sangat manis, dan terlihat sempurna yang pernah Rania perlihatkan kepada diri nya.
" Ran, andai waktu bisa ku ulang. aku ingin menjadi dia yang ada di hati mu hingga saat ini." Batin David.
" Om dokter ayo jalan ... Youra sudah lapar nih. " Ucap nya.
Dengan segera David tersadar dari lamunan nya.
" Baiklah putri kecil, segera meluncur ke tempat makanan favorit anda. " Jawab nya.
Dengan segera mobil yang di kendarai David melaju meninggalkan parkiran mall tersebut.
Melihat tingkah Youra dan David, akan membuat orang lain salah paham. Jika orang yang tidak mengenal mereka sudah pasti mereka akan berkata ia adalah ayah dan anak.
Tapi nyata nya tidak sama sekali, David hanyalah dokter yang merawat Youra sejak lahir hingga kini.
Bisa di bilang dia membantu meringankan beban Rania mengurus Youra saat masih kecil.
Tak jarang Rania, menitipkan Youra pada David dan keluarga nya. Sebenar Rania merasa tidak enak kepada ibu David tapi terkadang juga beliau datang sendiri ke rumah menjemput Youra.
Sejak saat itu Rania, dekat dengan David dan keluarga nya. Rania merasa berhutang budi sekaligus merasa bersalah kepada David.
Pasal nya ia tidak bisa membalas perasaan david kepada nya, semakin kuat ia mencoba semakin ia tak bisa mencintai David.
Dan sejak saat itu, ia pun mulai membangun dinding di antara mereka. Rania takut mengecewakan orang yang sudah menolong nya.
***
Disisi lain, Yohanes terlihat sedikit kesal dengan apa yang ia lihat barusan.
Entah mengapa ada perasaan panas yang ia rasakan saat melihat Rania satu mobil dengan Pria tersebut.
" Apa dia orang yang membuat mu lari dari ku,Ran. " Batin nya.
Dia benar-benar tidak bisa mempercayai apa yang dia lihat barusan.
Ia tak tahu sejak kapan gadis polos itu berubah jadi wanita seperti itu, tapi Yohanes yakin Rania masihlah wanita polos seperti yang ia kenal sejak kecil dan hingga empat tahun lalu.
Hardi menyadari sikap kakak nya pun, segera menegur nya. Agar ia tersadar dari lamunan nya, ia juga bukan tidak tau apa yang di pikirkan sang kakak saat ini.
Melihat wanita yang di cintai sang kakak satu mobil dengan seorang pria, jelas ia tau bahwa Yohanes sangat cemburu.
Hanya saja ia tak bisa berbuat apa-apa untuk sang kakak.
" Kakak, aku janji akan membawa Rania kembali ke rumah." Batin hardi.
Ia pun segera menghela nafas panjang, lalu menepuk bahu sang kakak.
" Ayo, kak kok malah melamun entar ke masukan setah gonrong loh kak." Ucap nya bercanda.
Yohanes pun, tersentak karna tepukan sang adik barusan. Dan saat ia mencari-cari mobil yang di tumpangi Rania sudah menghilang.
" Setan nya kamu ." Jawab bercanda.
Mendengar jawaban sang kakak, membuat Hardi bernafas lega. Akhir nya sang kakak sadar.
" Liat apa sih kak, sampai segitu nya. Apa ada cewek seksi yang lewat. " Tanya Hardi bercanda.
Mendengar pertanyaan sang adik Yohanes hanya bisa menggelengkan kepala nya dan tersenyum.
" Sudah naik sana, atau mau saya tinggal kamu di sini." Ucap Yohanes sambil tertawa.
Lalu hardi hanya berpura-pura mencari wanita yang tidak ada, ia hanya mengalihkan sang kakak agar tak merasa sedih.
" Baiklah kakak, ayo kita pulang. " Jawab nya dan segera masuk ke dalam mobil bersama Yohanes.
" Kakak, apa menurut mu Leonie sudah tiba di rumah belum yah. " Tanya Hardi pada sang kakak.
" Hmm ... entahlah, biarkan saja dia. " jawab nya santai sambil mengemudi.
Yohanes tidak memikirkan Leonie sedikit pun, tapi ia masih memikirkan apa yang ia lihat dengan matanya.