Sungguh tidak sabar hari ini kedatangan paket Rosse Holland dari Bandung. Ada tiga warna yang aku pesan yaitu Merah, vodoo, dan putih. Sudah lama sekali aku berkeinginan menanam bunga-bunga yang indah dipekarangan rumah terutama mawar rasanya ada kebahagian kecil dihatiku jika dikelilingi bunga yang cantik ini.
Lumi merupakan anak Kedua dari 3 bersaudara yang kesemuanya adalah perempuan. kakaknya sudah menikah dan memiliki 2 orang anak dan adiknya pun sudah menikah memiliki seorang anak perempua, rumah mereka semua berdekatan. Mereka hidup sebagai saudara yang akur dan saling mendukung satu sama lainnya. Kini dalam kematangan usia, wajah yang sudah tampak tidak bisa tertutupi lagi, Lumi memang tampak berumur namun hatinya sering berada pada usia belia. Untuk menghibur hatinya, ia mengisi harinya dengan kegiatan berkebun bunga, menanam sayur-mayur dan buah.
Setelah memesan planter bag, dengan ukuran bervariasi variasi, 20, 35, 50, 75 Liter. ukuran yang besar-besar biasanya untuk tanaman buah, yang kecil-kecil bisa untuk tanaman sayur musiman. Kalau pekarangan belakang rumah sudah banyak yang bisa dipanen dan ini membuat semangat dipagi harinya.
Setelah sholat subuh, mulai beberes tempat tidur, menyapu, mencuci dan segala t***k bengeknya sebenarnya kegiatan kecil seperti menyiram tanaman, atau memanen yang memang kalau ada pada hari itu.
Bapak pasca pensiun dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), setelah 32 tahun masa kerja, beliau lebih banyak termenung dan emosinya terkadang lepas kendali. di satu sisi aku kasihan sama Bapak, mungkin disekarang jarang berbicara dengan teman-temannya, karena lebih banyak menghabiskan waktu lebih di rumah, tubuhnya sudah tampak kurus, rambutnya memutih ditambah penyakit diabetes yang diderita sudah 15 tahun.
Sering berantam juga sama Ibu, terkadang saya heran kenapa pasangan yang sudah lama menikah bahkan mungkin puluhan tahun bersama tidak menjamin rumah itu akan harmonis, hustru terkadang malah sering terjadi percekcokan padahal rambut sudah putih.
Sudah beberapa bulan ini aku jadi pengangguran yang hanya berdiam diri dirumah. Bapak pun ku perhatikan setelah pensiun dari pekerjaannya sering duduk melampun di meja dapur sambil menghadap jend3lq keluar.
memang kondisi kesehatan beliau saat ini menurun, badannya kurus, dan ujung jari kelingking kaki mudah terluka, bahkan bpan bingung entah apa menyebabnya karena tidak terjadi bentukaran maupun tertusuk benda tajam. Kata dokter ini karena penyakit diabetes yang di idapnya sudab mulau masif menggerogoti kesehatan tubuhnya.
Terkadang aku kasian lihat Bapak, semangatnya sepertinya menghilang, jarang tawa dan senyum lagi terlihat diwajahnya. terkadang aku coba mengajaknua berbicara, duduk berhadapan namun keseringan terasa garing dintara percakapan kami.
Sisanya aku menghabiskan waktu dikamar sendirian, dengan pemikiranku yang sibuk. Sibuk memikirkan hidup kedepan, memikirkan jodoh yang belum terlihat hilalnya. Sedang kedua saudariku sudah menikah bahkan sudah memiliki anak. Bagaimana rasanya punya suami? punya mertua? jadi seorang ibu? setiap berkunjung ke rumah teman yang baru melahirkan, terkadang aku bertanya, " Bagaimana rasanya jadi Ibu?"
Ada rasa penasaran gimana rasanya jadi istri dan ibu, ini karena teman sebayaku rata-rata sudah memiliki gelar itu. Setiap datang ke pernikahan sepupu atau pun teman aku merasa tertinggal, apalagi kalau pengantinnya berada di bawah umurku, hidup ku seperti nelangsa. Tapi kesedihan itu tidak aku tunjukan ke orang-orang.
Pernah suatu kejadian di nikahan adik sepepuku Naya, tiba-tiba ada seorang ibu dan tamu udangan disamping pada saat mau ijab kabul, ibu disebahku bertanya sudah berapa? dan ketika aku menjawab dia seperti terkejut karena umurku sudah hampir menginjak 30 tahun. Seperti Waw.. sekali ekspresi terkejutnya, " udah cukup berumur itu, sepupu mu yang nikah ini saja umurnya dibawahmu sudah minikah". Wajuhku merah karena pada saat di berbicara tamu undangan lagi pada diam, semua orang mendengar dan melihatku. Selang 20 menit setelah akad, aku langsung beranjak pulang, menahan tangis dan malu.
Aku tidak kuat berlama-lama di acara nikahan adik sepepu ku. Kenapa jadinya terasa hina sekali jika belum menikah, kenapa hina jika dikatakan perawan tua? Bukankah yang malu harusnya seorang pejina diluar nikah? hamil diluar nikah? lagian ini kan diluar kendali ku, siapa yang ngatur jodoh, selain Tuhun. sejak kejadian itu, aku sering memiliki rasa cemas tentang masa depanku.
Bagaimana kalau aku ditakdirkan hidup sendiri sampai mati? siapa yang akan menemani hari-hariku dimasa tua? jika ibu dan bapak sudah tiada, aku sama siapa? malamku mejadi sulit tidur, doa setelah sholatku semakin panjang, mengemis dan mohon kepada Allah SWT agar segera dipertemukan dengan jodoh terbaik.
Mungkin karena aku kurang aktivitas hari-hariku jadi sering overthinking, akhirnya melamar menjadi pengurus di daycare, tempat penitipan anak-anak. Mulai membuat proses membentuk kegiatan dan jadwaal hariannya. Klasul-klausul untuk memaksimalkan pertumbuhan anak usia dini, motorik maupun kognitifnya. Anak-anak bisa dititipakan mulai usia 6 bulan sampai 4 tahun.
Setiap pagi aku pergi dengan motor second yang aku beli dari sisa tabung yang dulu kerja di Riau. Memang pekerjaan di daycare di sesai dengan background pendidikan sebagai anak teknik, tapi kan dimanjadi masalah jika kita mau belajar dan dapat menyesuaikan diri sesai pekerjaan yang kita jalani saat ini.
Pukul 07.15 Wib, pagi biasanya aku sudah hadir di daycare karena karena biasanya ibu-ibu yang bekerja cepat mengantarkan anaknya kesekolah. Anak asuh pertamaku namanya Vino, orang supel, mudah diajak komunikasi, cerdas dan mudah senyum. Karena dia anak pertama yang aku asuh jadi cukup berkesan diawal bulan pertamaku didaycare.
Daycare ini dimiliki oleh seorang yang memiliki konsultan psikolog anak dan keluarga. Dan ini membantuku, jika overthiking kambuh biasanya aku akan cerita ke beliau, yang sedang dialami dan itu cukup membantuku dalam mengolah pikiran dan tindakan.
Sudah lama aku merasa kesepian, ingin sekali rasanyabpunya teman hidup, sandaran hati, jika hati ingin bermanja ada tempat untuk menumpahkan kepada suami. Ahh indahnya.
Jam 12. 30 Wib, orangtua yang menitipkan anakny sudah mulai menjemput. Dibulan pertama ini kami hanya mangasuh 6 anak saja, tapi pengalaman ini sungguh luar biasa. Ternyata mengasuh anak satu saja menyerap energi yang luar biasa dan ini ada 6 orang anak diasuh 2 Nanny termasuk aku salah satunya. Usia yang kami asuh sekitaran 3-4 tahun, usia balita yang masih aktif-aktifnya bergerak, full energinya.
Waktu mengasuh mungkin hanya sekitaran 6 Jam tapi jiwaku 6 % lagi tinggal diraga. Benar adanya menjadi orangtua itu tanggung jawab yang mesti di emang sampai kita meninggal. Biasanya aku ngajari meraka bermain kartu flash anak mulai dari hewan, tumbuhan, alat-alat semuanya lengkap. Bermain jepitan untuk melatih motoriknya, tembakaan air, dan masih banyak lagi tentunya dan semua terprogram.