Merana. Singkatnya itu kata yang tepat untuk menggambarkan suasana hatinya kini. Ia tak pernah duga kalau perasaannya akan tampak begitu jelas. Well, padahal ia sudah berusaha untuk tidak terlalu memperlihatkan. Tetapi lelaki itu, Noah. Mampu membacanya hanya dengan tatapan mata. Lelaki itu telah melucuti segala perasaannya.
Imera telah banyak menyia-nyiakan kinerja otak cuma karena memikirkan Noah dan Jason dalam satu waktu. Adegan semalam masih melekat dalam kepala bahkan ketika ia membuka mata dan bergegas ke kampus. Pun di sini, saat bokongnya baru bercokol di kursi dan mengeluarkan buku bacaannya, seseorang di ambang pintu telah mengejutkan banyak pasang mata, terutama para gadis yang haus siraman pesona tampan.
Imera masih diam dan berlagak tak terjadi apa-apa, kendati ia tahu Noah