"Mau wine, Noah?" Tawarnya, yang mana membuat Imera menatapnya agak sarat kuriositas.
"Selain wine, apa saja," sahutnya. Lantas Rean menatap Imera hendak menanyakan, tetapi Noah keburu tahu dan berkata, "Sama denganku, buatkan apa saja yang kamu bisa, Rean." Rean mengacungkan jempolnya dan segera mengunjungi dapur untuk membuatka minuman.
Sejenak imera ingin menanyakan kembali, tetapi yang terlontar malah ucapan, "Padahal kamu bisa memberitahuku sejak awal kemana kita akan pergi dan perihal apa itu, seperti sedang menyembunyikan rahasia besar saja."
Noah mendekat pada Imera, berujar lirih seolah berbisik, "Aku akan membawamu menemui temanku, lantas apa jawaban itu cukup untuk membungkam mulutmu?" Noah agak terkejut waktu di gadis tiba-tiba menatap wajahnya. Tetapi ia mencoba bersikap b