rafa eldika aditya, seorang pemuda yang kini duduk di kelas 1 SMA, ia biasa di panggil dengan nama el, rafael, dika, rafa. ya begitulah.
Dia adalah tunggal, memiliki campuran darah jawa dan bali, dan kini menetap di jawa timur.
"El!" panggil seseorang dari ujung koridor.
"Gimana el? urusan osis lu udah selesai kan?" tanya pemuda pemilik nama wildan.
"udah kok, tenang aja," ucap rafael sambil memperbaiki dasinya.
"kak el!" teriak ciwi ciwi dari kelas mereka, selain sebagai ketua osis rafael juga sangat terkenal di kalangan siswi sekolah nya, banyak yang mengaguminya bahkan sampai menyatakan perasaan kepadanya, namun semua itu di tolak mentah-mentah oleh rafael.
"Gue berasa lagi manggung di konser bi-ti-es, weh." girang wildan sambil melambaikan tangan kepada siswi-siswi, yang sebenarnya bukan dirinya yang mereka cari.
Dengan gaya cool rafael memasukkan kedua tangannya di dalam kantong almameter berwarna biru navy, dan berjalan bak artis profesional. beh seperti nya berdamage sekali.
"Eh pulang sekolah lu gak mampir ke rumah gue dulu?" basa basi wildan, yang sebenarnya memberi kode agar rafael mau kerumahnya untuk bermain game bersamanya.
"Enggak, gue mau marathon anime aja di rumah, nanggung stok anime gue masih banyak," yaps rafael adalah orang yang menyukai hal berbau jepang, salah satu nya anime.
"Kenapa gak di rumah gue aja? kan seru nobar."
"Bunda pasti marah, hari ini gue gak boleh main kata bunda, entahlah," siapa sangka ketua osis satu ini adalah anak bunda? berbakti sekali bukan.
"Yah lu mah gitu dah, yaudah gue ajak--" belum juga nyelesain perkataannya sudah di potong sama adek kelasnya, tidak, lebih tepatnya musuh wildan.
"Abang, hari ini gue pulang bareng lu, ya?" yaps, itu adalah adik sepupu rafael, yaa bisa di bilang mereka sangat dekat.
"Woe nenek sihir, lu kalau dateng tuh salam dulu kek, gue kan jadi gagal bujuk abang lu ah!" omel wildan yang sudah biasa melakukan hal ini.
"Heh kodok buruk rupa! suka suka gue lah, orang abang gue juga, dia gak marah, kan?"
"Udah udah!! nadia, wildan, lu berdua bisa gak sih akrab bentar aja?" ucap rafael membuat keadaan menjadi hening.
"Gak, gue benci dia." ucap mereka bersamaan.
"Ekhemm ekhemm, benci, singkatan dari benih-benih cinta, cieeee." goda rafael membuat pipi nadia dan wildan merah seperti tomat, ah tidak kepiting rebus lebih tepatnya.
"Apaan dah"
"cieee barengan lagi" goda rafael lagi.
PIPPPPP
Suara klakson mobil pun terdengar, yang berarti mobil jemputan mereka telah tiba, nadia dan wildan seperti biasa selalu berebut tempat duduk dan meminta duduk di depan.
"Kalian bertengkar, gue tinggal," ucapan rafael bagaikan ancaman kematian, dengan cara bicara nya yang dingin membuat nadia dan wildan langsung duduk tanpa memperdulikan tempat mereka.
Di perjalanan mereka hanya saling berkomunikasi dengan tatapan yang entah manusia mana yang bisa membaca pikiran mereka.
"Bang bawa charger gak?" tanya nadia membuka bicara.
"Ada, di tas," jawabnya dingin.
"Dihh"
"Noh wil, di depan udah ada rumah lo, turun sono" usir nadia.
"astaga, gak niat anter apa gimana sih lu?"
"Udah nurut aja sama pacar lo" ucap rafael.
"Lah kok lu juga ngusir gue sih, eh btw ngadi ngadi lu, gue bukan pacarnya si nenek sihir ya"
"Udah udah, gue males debat, sana lu turun" usir nadia ke sekian kali nya.
"Nyenyenye, bye!!"
....
Kini rafael dan nadia sedang duduk di kamar rafael berniat menonton anime bersama, dan mengerjakan PR yang sulitnya minta ampun.
"Eh nad, tuh ada yang minta ngirim pesan di DM, gue terima ya" izin rafael.
"Yaudah, lagian juga itu akun kita berdua, jadi lu berhak" ucap nadia yang masih memikirkan rumus aljabar.
@Fia.acc
•| Haii, kenalan.
|• Hay, boleh.
•| Nama kamu siapa?
|• Admin ceweknya nadia, kalau aku rafael.
•| Salken rafael.
|• Salken too, kmu namanya siapa?
•| Namaku fia, hehe.
|• Oh, oke.
membalas pesan anda ↷
Admin ceweknya nadia, kalau aku rafael.
•| Ini adik kakak atau gimana?
|• Enggk, kita sepupuan.
•| Owh, umur kalian berapa? atau TTL?
|• Kalau aku 16 tahun, kalau nadia 14 tahun.
•| Woah, tuaan kakak dong.
|• Emang kamu berapa?
•| 13 thn kak hehe.
|• Owh oke.
dilihat
______________________________
"Ngapa dah senyam senyum gak jelas lu bang," tanya nadia.
"Eh? nggak papa kok, ehehe"
"Nyengir lu."
"dahlah, gue mau nonton duluan, udah itu selesain dulu," ucap rafael sambil menyalakan laptop nya.
....
Hari ini hari ke-7 rafael dan nadia berkenalan dengan orang yang mereka kenal lewat aplikasi bernama i********:, melalui akun yang mereka gunakan untuk kegabutan.
"Si fia seru juga yah," ucap rafael.
"Iya, soalnya sefrekuensi, mana dia frendly lagi"
"Hahaha sayangnya virtual doang"
"cieee, abang punya perasaan ya sama dia?"
"eh enak aja, baru juga kenalan udah suka aja" ucap rafael sambil cengir kuda.
"Ya kalau udah nyaman ya nyaman aja kali bang, dia juga keknya suka tuh ama lu bang hahaha," goda nadia yang berniat membalas dendam.
"terserah deh, ayo berangkat keburu telat."
saat mereka sampai di sekolah lagi dan lagi wildan yang sudah menunggu mereka du depan pintu gerbang, dan para ciwi-ciwi caper memberi kado yang 'katanya' sepesial untuk rafael.
"Eh tau gak el, katanya di kelas 7 SMP ada murid baru, ya dengar dengar sih dari luar kota" kata wildan yang entah sejak kapan dia menjadi ibu ibu tukang gosip.
"terus?"
"ya gak papa sih, cantik lho, gue sebagai kakel serasa pengen nembak tu cewek"
"yeuu, lu mah semua cewek di embat" ledek nadia yang entah dari mana ia muncul, padahal tadi sudah masuk ke kelasnya.
"Dari pada lu gak ada yang deketin sama sekali," ucap wildan dengan santai.
Trengggg!
bunyi bell pun terdengar, membuat seluruh murid langsung masuk kedalam kelas masing-masing.
Di kelas A7 terlihat gadis berjilbab putih, dan tingginya mungkin sudah 160, yang melihatnya pasti mengira umurnya sudah 18 jika tak melihat wajahnya yang imut itu dan mengetahui umur nya.
"Hallo semua, perkenalkan nama saya Safira malik, biasa di panggil fia, saya pindahan dari kota Makassar, salam kenal semua," ucapnya memperkenalkan diri.
Semua murid membalas sapaan fia, dan pelajaran pun di mulai sampai bell istirahat berbunyi.
"Eehh fia, ke kantin yok" ajak siswi yang 1 kelas dengan nya.
Fia pun mengangguk dan ikut bersama siswi yang mengajaknya.
"Woe bang balikin uang gue!" teriak nadia sambil mengejar rafael.
"gue pinjam dulu napa!" teriak rafael sambil berlari.
BRUUUKKKK
TBC__