#MAS GURU YANG TAMPAN
#BAB 4
#MASIH DI CAFE
HAPPY READING???????
***
Siang hari di cafe ini sangat ramai karena Mentari dan Melodi mereka masih berada di cafe dimana mereka temu kangen karena udah lama tidak bertemu sejak mereka di sibukkan dengan urusan kuliah mereka. Karena Melodi adalah sahabat satu-satunya Mentari jadi mereka sejak kecil selalu bersama dan tidak bisa di pisahkan karena mereka sangat menyayangi satu sama lain.
Mereka saat ini sedang makan siang di cafe dimana cafe ini sudah menjadi langganan mereka untuk bertemu dan curhat tentang kehidupan mereka.
"Mel,rencana kamu mau kerja dimana,"tanya Mentari kepada sahabatnya
"Belum tahu Men,kalau kamu mau kerja dimana,"tanya balik Melodi
"Aku sih sebenarnya mau kerja di sekolah tunas bangsa gimana kalau kita ngelamar kerja di sana barengan,"ajak Mentari kepada sahabatnya
"Oke aku mau,"balas Melodi
"Baiklah berarti besok kita ngantar surat lamaran kerja kita nanti malam kita buat lamarannya,"
"Siap aman itu,"
Akhirnya mereka makan siang dengan sangat lahap dan itu membuat mereka senang karena mereka memang menghabiskan waktu bersama karena sudah sejak lama mereka tidak bertemu karena sibuk dengan kegiatan mereka.
Di sela makan nya mereka pun sambil bercerita tentang kehidupan mereka.
"Gimana kamu udah punya pacar belum Mel,"tanya Mentari kepada Melodi
"Belum dong,kalau kamu gimana,"
"Aku belum juga,tapi ada satu laki-laki hang membuat aku tertarik dengan dirinya ketika aku pulang dari amerika tidak sengaja aku tabrakan dengan dirinya di bandara ,"
"Wahh jadi cinta pada pandangan pertama ya,terus kamu tahu siapa nama laki-laki itu,"
Mentari menggelengkan kepalanya karena memang dia tidak mengetahui nama pemuda yang dia temui tanpa sengaja di bandara itu.
"Tapi aku gak tau nama pemuda itu siapa,dia sangat tampan dan kelihatan nya sangat dingin dengan seorang wanita,"
"Wah aku jadi penasaran dengan pemuda itu,"
"Iya Mel aku aja gak bisa melupakan pemuda itu,"
"Kalau jodoh pasti di pertemukan lagi Men,"
"Amin,"
Kemudian pandangan Mentari tertuju pada pemuda itu dan itu membuat dia sangat senang bisa bertemu kembali dengan pemuda itu.
"Ehh Mel itu pemuda yang aku ceritakan,"
Melodi pun melihat pemuda itu dan dia sangat terkejut karena belum lama sahabatnya menceritakan pemuda itu muncul.
"Wah kamu memang di jodohkan dengan pemuda itu Men,"
"Hehehe iya,tapi kok pakaian nya seperti pegawai negeri gitu ya,"
"Iya ya,atau jagan-jagan dia seorang guru Men,"
"Iya bisa jadi,tapi kenapa ya dia ada disini,"
"Mungkin mau cari makanan gak,"
"Gak mungkin orang dia masuk kedalam ruangan gitu,"
"Iya juga ya,"
Kemudian ada karyawan cafe itu lewat dan Mentari langsung menanyakan kepada karyawan itu siapa pemuda yang dia incar itu.
"Eh mba boleh tanya,"
"Boleh nona,"
"Em pemuda yang baru datang dan masuk ke ruangan itu siapa ya mba,"
"Oo itu pemilik cafe ini,"
"Oo gitu ya mba,terus pekaian nya kok seperti guru saja,"
"Iya non karena dia seorang guru juga di tunas bangsa,"
Mentari dan Melodi terkejut karena ternyata pemuda itu seorang guru juga di sekolah yang akan Mentari melamar pekerjaan disana.
"Makasih ya mba,"
"Sama-sama non,"
Akhirnya karyawan itu pergi dari Mentari.
Kemudian Mentari melirik ke sahabatnya dan matanya berbinar bahagia karena pemuda yang di incar ternyata seorang guru.
"Ternyata kalau jodoh memang gak kemana ya Men,"
"Heheh iya,semakin semangat ngajar disana,"
"Iya yang punya incaran,"
"Ya udah ayo pulang,"
Akhirnya mereka pulang kerumah masing-masing dan itu membuat Mentari sangat senang karena dia sudah menemukan pria incaran dirinya.
***
Setelah sampai di rumah Mentari langsung merebahkan tubuhnya karena sangat lelah dan dia tapi semangat untuk membuat lamaran kerja di sekolah tunas bangsa,tidak disangka ternyata pria incaran dirinya ada di sekolah itu.
"Allah sedang berpihak kepada ku,"
Akhirnya Mentari pun langsung tidur karena sudah sangat ngantuk dan itu membuat dia tidur dengan sangat nyenyak karena sudah menjelang sore dia tidur.
***
Sedangkan di tempat lain Gavin baru pulang dari cafe nya dia langsung menuju kamar nya karena ingin beristirahat sudah lama dia tidak tidur jadi dia langsung tidur.
"Kenapa aku masih mengingat gadis yang aku temui di bandara waktu itu ya,"
"Selalu saja di fikiran aku,"
"Sepertinya aku menyukai gadis itu tapi sepertinya tidak,"
Gavin bergumam sendiri karena memang dia setiap di mimpi dan fikiran nya selalu ke fikiran gadis yang di bandara itu,bahkan wangi parfum nya tidak bisa lupa,Gavin tau wangi parfum gadis itu membuat dia terpesona dan selalu ingin dekat dengan gadis itu,tapi dia tidak tahu siapa nama gadis itu,entah udah punya suami apa belum tapi dalam hati Gavin dia ingin memiliki gadis itu.
"Kenapa aku ingin miliki gadis itu ya,tapi tidak mungkin aku menyukai gadis itu bahkan aku tidak mengenal dirinya,"
"Tapi wangi parfum itu membuat aku selalu terbayang dengan gadis itu,"
Akhirnya setelah bergumam sendiri Gavin langsung tidur karena dia sangat tidak tenang selalu ke fikiran dengan gadis itu.
***
Sedangkan adik Gavin yang baru pulang dari tempat teman nya dia heran rumah sangat sepi.
"Kemana semua orang rumah tidak kelihatan,"
Kemudian dia menanyakan orang rumah kemana kepada ART rumahnya ternyata kedua orang tuanya sedang keluar negeri dadakan siang tadi karena urusan kantor. Sedangkan abangnya sedang di kamar tidur.
"Mama ke luar negeri kenapa gak ngajak aku,"
Kemudian Ginna langsung menuju kamarnya untuk menelfon kedua orang tuanya ketika sudah sampai nanti soal nya orang tuanya sedang pergi ke singapura.
Setelah sampai di kamar Ginna langsung berbaring karena dia kecapean habis jalan bersama temannya karena dari mall untuk shopping membuat dia lelah juga.
"Tidur aja lah aku sangat capek nanti bangunkan udah sore dan langsung telfon mama,"
Akhirnya dia tidur dengan sangat nyenyak dan karena kecapean membuat Ginna sangat mudah untuk tidur.
***
Sore hari tiba dimana Mentari sudah bangun dari tidurnya karena sudah cukup istirahatnya.
"Ternyata udah sore,"
Akhirnya Mentari langsung menuju kamar mandi karena dia sangat gerah membuat dia ingin segera mandi.
Setelah selesai mandi dia langsung memakai baju dan dia langsung turun ke bawah dan itu membuat dia sangat senang melihat kedua orang tuanya yang sudah pulang dari kantor.
"Mommy,daddy kalian sudah pulang,"
Kedua orang tuanya melihat putrinya manggil mereka sangat senang.
"Iya sayang,"
Mentari pun langsung memeluk kedua orang tuanya.
"Manja sekali sih anak mommy sama daddy,"
"Suruh siapa kalian gak punya anak lagi dan cuma aku anaknya jadi ya kesempatan manja sama daddy dan mommy,"
"Iya sayang,memang nya boleh kita punya anak lagi,"
"Boleh dong daddy,"
"Enggak mommy gak mau udah tua pun,"
"Belum tua mommy ,"
"Jagan minta adik sayang mommy gak mau mommy udah tua,"
"Heheh iya aku gak minta adik mommy,"
Mereka pun berpelukan karena sangat bahagia memiliki keluarga yang sangat lengkap dan membuat mereka bisa tenang.
Next episode ya gaess??????