"Please, be my home, be my lover, from now until now"
"Promises, just only me, with me till the end"
"I promised"
.
.
.
Juli 2019
Matahari masih sama terbit dari timur dan terbenam di ujung barat. Langit masih sama ada bintang dan bulan yang dapat kulihat dalam jangkauanku.
Kecil.
Jaraknya terlalu jauh untuk dapat kulihat dalam nyata ukuran sebenarnya.
Perempuan itu masih berjalan mengejar kucingnya yang tidak ia cari selama 3 hari terakhir ini. Kucing persia berwarna hitam itu berlari dengan lincahnya membuat si empunya terengah mengejar untuk menangkapnya. Kucing kecil itu seperti mengajak bermain majikannya, untuk sekedar melepas keringat perempuan itu.
"Pus, pus, sini" ucap perempuan itu
"Nanti makan meo deh, kalo Royal canin, masih jadi beban juga aku" bujuk perempuan itu seperti mangajak bernegoisasai kucing peliharaannya itu.
"Raya, cepetan pulang" ucap perempuan separuh baya itu sambil berteriak
Kucing persia hitam yang sebentar lagi akan dia genggam berakhir berlari menjauhinya
"Ibu ih, kabur kan si meng"
"Kamu ngejar kucing mulu, nanti balik dia, sekarang sini bantuin ibu dulu ini" ucap cepat ibunya
"Iya, ini jalan" ucap perempuan bernama Raya itu mengahmpiri ibunya berlalu meninggalkan kucingnya yang masi belum mau pulang.
Raya. Matahari Rayana Larasati. Anak perempuan pertama yang bahunya dituntut kuat oleh orang tuanya. Ia adalah mahasiswa semester akhir yang sedang berjuang menyelesaikan tugas akhirnya. Rayana adalah seorang anak yang ceweret dan sedikit cengeng. Ia adalah perempuan sok kuat yang sebenarnya mudah ditipu keadaan, terkadang ia terlalu ceroboh dalam menjaga dirinya sendiri. Ia adalah perempuan yang merindukan panggilan kekasih, anak perempuan yang terlalu dicintai keluarganya hingga ia lupa caranya berintaraksi dengan lawan jenisnya.
"Ray, ada kerjaan mau ngga? Kalo mau sinilah, daripada kerjaan stress doang"
"Lumayan Ray, buat foya - foya"
"Boleh, mana - mana, tau aja lu butuh duit buat bertahan hidup"
"Hahaha, sesama tulang punggung kenyataan harus saling memberi info"
"Dateng ya besok, langsung ketemu sama aa'nya"
"Okayyy"
"Jangan lupa pamit sama mamak bapakmu, ntar lu dikira diculik"
"Iyeee, bawel lu"
"Gua matiin ya. See youu"
"See youu"
Rayana, selamat datang
Kisah hidup barumu, baru saja sedang dimulai. Awal mula luka yang menyakiti akhirnya menghampirinya dengan menawarkan hal berguna dalam hidupnya. Jika saja awalnya ia lebih percaya pada dirinya untuk tidak mendengarkan kata hatinya. Kalau saja ia masih sikeras kepala Raya, mungkin hidupnya hari ini masih panjang, mungkin hidupnya hari ini tidak seperti ini. Mungkin dia masih bisa menikmati dunia dengan cara pandang yang lebih cerah atau mungkin hari ini ia masih menjalani kehidupan lebih menyenangkan.
Awal mula kisahnya yang akhirnya menjungkir balik kehidupannya, kepribadiannya, dan caranya bertahan hidup. Kisah yang mengubah kehidupannya 360` tanpa mampu ia hentikan atau ia tahan pergerakannya. Yang akhirnya mematahkan warna yang memedarkan warna bias dihidupnya.
Raya si menyedihkan,
Ceritamu akhirnya membuatmu mendapat banyak pelukan
Meski lukamu terlalu parah, namun sakitnya mampu dirasakan oleh siapa saja
Kami harap kamu hidup bahagia
Dalam jalinan takdir yang lebih baik di kehidupan selanjutnya
Kami harap kamu tidak lagi terluka seperti hari itu
Kami harap kami dapat memelukmu dan mengatakan bahwa kamu deserve better
Cintai cintamu sesukamu, karena dia selamanya akan menjadi milikmu
Kamu pantas mencintainya, dan kamu pantas untuk bahagia
Teruslah membaik, karena kami tidak pernah tau apakah kamu benar - benar bahagia
Kami hanya berharap hal baik tentang dirimu
Dan selamanya,
Kami tidak akan pernah mengerti tentang kamu dan seberapa lukamu untuk mampu kami balut
Rayana,
Let's telling your story