Dering bel berbunyi tanda waktu pelajaran habis, para mahasiswa mulai satu persatu meninggalkan ruangan setelah membereskan buku bukunya. Dean yang sejak awal pelajaran mengantuk, terlihat lemas dan kemudian menyandarkan kepalanya ditangannya di atas meja.
"mengantuk lagi"... tiba tiba seorang gadis duduk di sampingnya sambil menepuk belakangnya....
"iya, semalam begadang lagi" jawab dean dengan lemas..
"Makanya jangan main game melulu, dasar bocah" timpal gadis itu sambil tertawa......
Tidak lama kemudian dari sudut belakang seorang pria tinggi dan tampan, berjalan kearah Dean sambil tersenyum
"Dean, Rin aku duluan yah" kata pria itu,
"Eh tunggu dulu buru buru amat" sambil menarik tangan pria itu.
"ada apa sih Rin..?""aku mau pergi latihan dulu, nanti telat latihan karatenya" jawabnya dengan muka memelas..
"Sam, duduk dulu, ada yang perlu aku omongin" jelas Rin... "ada apasih" jawab Sam sambil memutar kursi dan kemudian duduk di depan dean..
"Dean, Sam, aku ingin pergi berkemah dengan kalian berdua, mau ya?.. Plisss"" terang Rin dengan muka memelas..
"kenapa harus kami? Kan banyak yang lain, iyakan dean.. "
" ho oh" jawab dean...
"pokoknya harus kalian, tidak boleh nolak.. "tegas Rin..
" iya deh, yang penting ibu ratu senang" jawab Sam dengan pasrah..
"ngomong ngomong dimana kita mau kemah?" lanjut Sam
"tau ga tempat yg baru2 ini sering dikunjungi oleh orang2, katanya tempatnya agak jauh sih sekitar 3 jam dari sini, terus kita harus mendaki selama 2 jam untuk bisa sampai dilokasi, bagaimana?" jelas Rin...
"Oke deh gak masalah, tanya si otak game ini mau apa tidak" kata sam sambil melirik dean..
"iya deh, terserah aku ikut saja, tpi jangan lu bangunin aku dirumah" kata dean sambil kepalanya tiduran diatas meja...
"okok, lusa, minggu jangan lupa" kata rin....
"Okok, klo bgitu saya pergi latihan dulu, kalau mau pulang silahkan, ga usah tungg saya" terang si Sam sambil berdiri berjalan keluar ruangan kelas...
"Dean, pulang yuk, ayo cepat" kata Rin dengan suara manja sambil menarik tangan si dean yang masih tiduran..
"iya iya tunggu sebentar" balas si Dean sambil berdiri dari kursinya....
Dean, Sam dan merupakan sahabat saat masih kecil, Dean memiliki perawakan tinggi namun tidak setinggi si Sam, Dean juga terlihat tampan dan juga terlihat manis, sedangkan si Sam memiliki paras tampan tapi tegas.. Sedangkan si Rin terlihat cantik dengan wajah imut dan manis, menjadikan Rin menjadi idola kalangan teman kampusnya...
Hari yang ditentukan pun tiba, Sam yang sedari pagi bangun dan berolah raga, setelah selesai berolahraga dia kemudian menelpon si Rin..
"Rin, duluan yah kerumah Dean, jangan lupa bangunin si pemalas itu, nanti aku nyusul ada yang mau aku urus di tempat latihan, sambil minta ijin sama pelatih" terang Sam..
"iya iya, cepat ya!!" balas Rin...
Waktu menunjukkan jam 9 pagi, setelah selesai mempersiapkan perlengkapan, setelah pamit le orang tuanya Rin pun berangkat kerumah Dean yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya. Sesampai dirumah Dean, Rin pun menekan bel, tidak lama kemudian seorang wanita paruh baya membuka pintu..
"ehh Rin ada apa? Tanya wanita itu yang tak lain adalah ibu Dean.
"tidak tante, saya datang untuk membangunkan dean tante, hari ini rencana mau pergi kemah, mumpung libur...., ngomong dean masih tidur ya? ".. Jelas Rin..
" ia, seperti biasa, masuk saja, langsung saja ke kamarnya" kata ibu Dean...
"iya tante, permisi ya" kata Rin sambil bergegas masuk menuju kamarnya Dean..
"Dean....!! Bangun..!!! " dengan setengah teriak sambil menggedor gedor pintu kamar dean.. Tidak lama kemudian Dean membuka pintu kamarnya dengan muka kusut yang masih mengantuk, " ia.. ia.. tunggu saja dibawah, aku mau mandi dulu sambil packing.. "
Rin kemudian turun kebawah menungggu Dean, setelah setengah jam berlalu Dean kemudian turun dengan membawa tas ranselnya, krmudian ia langsung duduk disamping Rin..
"ngomong ngomong Sam mana? Kok belum datang?" tanya Dean
"Sam ada urusan sebentar ditempat latihannya, mungkin sebentar lagi akan datang" jelas Rin..
"oh begitu.. "timpal Dean sambil mengangguk anggukkan kepala..
Tidak lama kemudian ibu Dean muncul dari dalam dapur," sarapan dulu.. !! "
" iya bu, tunggu Sam dulu".. Balas Dean sambil melihat jam tangannya....
Waktu menunjukkan jam jam 9.45, terdengar suara motor memasuki halaman rumah Dean, tidak lama kemudian Sam muncul dari luar dengan ransel yang ada dipunggungnya...
"ayo berangkat!!, tunggu apalagi.. " Kata Sam sambil meletakkan ranselnya.
"tunggu dulu, ibuku sudah menyiapkan sarapan dari tadi.." jelas Dean, dari dalam dapur ibu dean berteriak "Sam sarapan dulu sebelum berangkat, nanti tidak kuat mendakinya..."
"iya tante " balas Sam..
Dean, Sam dan Rin kemudian bergegas menuju meja makan, setelah selesai sarapan, seteleha duduk sebentar sekitar 15 menit kemudian bersiap untuk berangkat, mereka ingin berangkat menggunkan mobil Rin menuju kesana, dari dalam ibu dean pun berjalan mengantar kepergian mereka..
"Dean, Sam jaga Rin baik baik yah, jangan sampai Rin terluka" kata ibu Dean sambil berdiri di pintu, "iya bu, iya tante" Dean dan sam menjawab serentak sambil tersenyum, " bu, kami berangkat ya" sambil melambaikan tangannya.., ibu Dean membalas lambaian tangan mereka sambil tersenyum....
Akhirnya mereka berangkat ke lokasi perkemahan, setelah kurang lebih 3 jam, mereka pun tiba disebuah desa dipinggiran hutan, mereka kemudian memarkir kendaraan mereka disebuah lahan yang disiapkan oleh warga bagi para pendaki. Setelah itu Dean, Sam dan Rin kamudian melanjutkan perjalanan mereka ke lokasi perkemahan, walaupun lokasi tersebut baru dijadikan tempat perkemahan, para penjelajah yang sudah lebih dulu datang kesana menyiapkan tanda di sepanjang jalan menuju lokasi. Dean, Sam, dan Rin menyusuri jalan hutan yang sudah diberi tanda, walaupun pendakian tidak terlalu tinggi, jarak yang jauh membuat mereka sesekali beristirahat, setelah berjalan kurang lebih 2 jam, mereka pun tiba dilokasi yang telah ditentukan, perasaan lega terpancar diwajah ketiganya, mereka melihat pemandangan yang luas dengan pohon pohon tinggi yang rindang, mereka pun duduk untuk melepas penat perjalanan, angin sepoi sepoi dan sejuk menyapa mereka, membuat mereka tersenyum puas dan lega. Di area tersebut tampak beberapa orang yang sedang membereskan tenda mereka, tidak lama kemudian Sam kemudian bangkit berjalan kearah mereka sambil tersenyum. "bro sudah mau pulang?" tanya sam, "iya bro, kami sudah 2 hari tinggal disini" jawab salah satu mereka.
Oh iya bro ada gak mata air dekat sini? Tanya Sam lagi, " oh sebelah sana, mungkin skitar 300 meter dari sini" jawab salah satu dari mereka sambil menunjuk kearah mata air tersebut.. " terima kasih atas infonya" balas Sam yang kemudian meninggalkan orang orang tersebut sambil tersenyum. Setelah mereka cukup beristirahat, mereka mulai mendirikan tenda, sedangkan Rin mempersiapkan makanan untuk mereka santap, setelah Sam selesai mendirikan tenda yang dibantu oleh dean, Sam kemudian mengumpulkan ranting ranting pohon yang banyak berserakan disekitar mereka untuk dijadikan kayu bakar. Sedangkan Dean hendak mengambil air.
"Sam, lokasi mata airnya sebelah mana?" tanya Dean, kemudian Sam menunjuk kearah arah mata air tersebut. Dean kemudian berjalan kearah yang ditunjuk, sambik membawa wadah untuk mengambil air. Dean kemudian menelusuri jalan yang sepertinya sering dilalui orang, sambil berjalan dean menikmati suara serangga serangga hutan dan kicauan burung terdengar begitu indah. Akhirnya Dean pun tiba disungai kecil dihutan tersebut, suara gemericik air menambah indah suasan yang dirasakan Dean, dia pun tersenyum sambil berjalan mendekati sungai kecil tersebut, dia pun kemudian jongkok untuk mengisi wadahnya, setelah selesai mengisinya, Dean pun kemudian meletakkan wadahnya kemudian dia lalu membasuh mukanya, sejuknya air membuat dia merasakan kesegaran yang luar biasa. Saat membasuh mukanya tiba tiba angin terasa berhembus dan terdengar bisikan ditelinganya, kemudian Dean pun menoleh dan mencari asal suara, namun dia tidak menemukan apapun. Dean pun kemudian membasuh lagi mukanya, tiba tiba suara itu terdengar lagi, seketika dean pun berbalik dari arah kanannya dia kemudian melihat bayangan hitam berlari menelusuri pohon yang ad dihutan tersebut. Seketika itu, karena rasa penasarannya, dean pun kemudian setengah berlari mengikuti arah bayangan tersebut, setelah kurang lebih setengah jam, Dean pun sampai sebuah bukit batu yang terlihat seperti dinding, disekitarnya tumbuh semak semak yang lebat, kemudian dia pun melihat bayangan tersebut menerobos kedalam semak semak. Dean pun dengan hati hati mengikuti bayangan tersebut.
"wow" dengan sedikit terkejut dan takjub melihat yang ada dibalik semak semak tersebut, sebuah mulut goa yang tingginya hampir 2 meter, kemudian Dean pun masuk dengan sedikit menunduk, didalam goa dia pun melihat ruangan yang agak besar dan terlihat ada sebuah lorong lagi. Tak ingin lanjut menelusuri goa tersebut, dia pun kemudian berbalik keluar meninggalkan goa tersebut..
Disisi lain, jam menunjukkan hampir jam 5 Sam dan Rin cemas menunggu Dean yang sudah hampir 1jam belum juga pulang dari mengambil air. Tak lama kemudian Dean pun muncul dari balik pohon.
"dari mana" tanya Sam dan Rin hampir bersamaan..
Dean pun kemudian duduk sambil menceritakan apa yang terjadi pada dirinya..
"ya sudah besok saja kita telusuri goa tersebut" jelas Sam.
Malam harinya, mereka pun membuat api kemudian mengitarinya sambil menikmati air panas, sambil bercanda dan sesekali bernyanyi sampai akhirnya mereka pergi tidur d tenda masing masing.
Pagi harinya Rin yang lebih dulu bangun kemudian berolah raga ringan dia kemudian membangun Dean dan Sam. Setelah bangun Sam dan Dean kemudian pergi ke sungai untuk membersihkan dirinya, seteleh selesai barulah giliran Rin yang kemudian bergegas pergi membersihkan diri.
Waktu menunjukkan jam 9 pagi, suasana hutan masih terasa dingin, setelah selasai sarapan, mereka pun bersiap untuk pergi menelusuri goa yang dikatakan Dean. Sambil membawa ransel mereka masing masing, mereka pun berangkat untuk menelusuri goa, setelah hampir 1 jam, mereka pun tiba tebing batu.
"Dean, dimana pintu masuknya? Tanya Rin..
"itu, disemak semak" jelas Dean sambil menunjuk kearah semak semak. Dipimpin oleh Dean mereka pun berjalan kearah semak semak, dibalik semak semak menemukan mulut goa, lalu ketiganya pun bergegas masuk kedalam.
"wow goa ini lumayan luas dan bersih" jelas sambil mengangguk tanda takjub..
"Itu ada jalan lain ayo masuk lebih dalam" kata Sambil berjalan kearah lorong goa, Dean dan Rin kemudian mengikuti dari belakang. Sesampai disebuah ruangan, ukurannya lebih besar dari ruangan sebelumnya dan disudut kirinya terlihat batu seperti sebuah meja, diatas batu terdapat peti usang.
"eh, apa itu" Rin yang melihat benda tersebut langsung berlari menuju peti tersebut..
"tunggu, jangan sentuh dulu" teriak Sam sambik berlari kearah Rin, Dean yang sejak tadi berdiri memperhatikan sekitar ruangan mengikuti mereka. Mereka pun berdiri mengitari meja batu tersebut. Setelah melihat dengan seksamaDean pun menyentuh peti tersebut hendak membuka pati tersebut namun tidak bisa terbuka.
"Mungkin ini memiliki kunci khusus" jelas Dean
"entah lah "jawab Sam.
Kemudian Sam dan Rin ikut menyentuh peti itu, tiba tiba peti itu terbuka dengan sendirinya. Dengan wajah terkejut sambil melangkah kebelakang mereka sedikit menjauh dari peti tersebut, didalam peti tersebut mereka melihat 3 buah cincin yang berkilau, 3 cincin tersebut memancarkan warna yang berbeda, dari Dean cincin berwarna biru, rin berwarna merah, sedangkan Sam berwarna kuning.
"cantik sekali" jelas Rin dengan wajah terpesona dan dengan mata yang berbinar binar...
"cincin apa ini" kata Dean sambil memperhatikan cincin yang ada didepannya dengan seksama.
"mungkin cincin ini ditakdir kan untuk kita" sambil menganngkat tangannya Sam kemudian mengambil cincin yang ada dihadapannya, kemudian memasangnya di jari tengahnya, setelah itu Dean dan Rin kemudian mengikuti aksi Sam dan memasang cincin yag ada dihadapan mereka, tiba tiba cincin yang ada dijari mereka menghilang seolah olah meresap kedalam jari mereka dan seketika itu pun sebuah lingkaran dengan membentuk garis berpola bercahaya putih bersinar dibawah kaki mereka, semakin lama cahaya patih semakin berkilau.
"apa ini?
Mereka berteriak, sambil saling memanggil satu sama lain. Namun mereka tidak bisa berbuat apa apa, dan cahaya putih seolah olah menelan mereka.......
Cahaya silau yang tadinya menyelimuti Dean, Sam dan Rin kemudian mulai memudar, tak lama kemudian mereka pun menyadari bahwa mereka lagi bukan berada di goa, mereka tiba tiba berada ditengah hutan.
"Sam, Rin kalian tidak apa apa? Ucap Dean, kemudian Sam dan Rin menggelengkan kepala mereka..
"apa yang terjadi? Dmana kita? " Sambil memperhatikan sekelilingnya, Dean kemudian berjalan mendekati Sam dan Rin yang juga sibuk memperhatikan sekelilingnya, lalu Dean kemudian menyentuh pundak keduanya, dan tiba tiba sebuah cahaya biru muncul dihadapan mereka, cahaya biru tersebut kemudian membentuk sebuah tubuh yang menyerupai wanita cantik yang mengenakan cosplay, wanita itu terlihat transparan menyerupai hologram dalam filem yang biasa mereka tonton..
Betapa kagetnya mereka bertiga melihat kejadian itu, wajah mereka memucat dan membuat mereka jatuh terduduk tanpa bisa berkata apa apa.. Tidak sampai disitu kemudian hologram tersebut berbicara kepada mereka seolah olah dia hidup..
"Halo.. Jangan takut,.. Aku tidak akan melukai kalian.. " jelas hologram tersebut sambil tersenyum...
"siiapa kau" dengan keadaan terbata bata Dean kemudian memberanikan diri untuk bertanya, walaupun belum bisa menyembunyikan wajah kagetnya..
"aku adalah ego dari sistem artefak yang kalian pakai, saya muncul karna kalian tadi terhubung satu sama lain" jelas hologram tersebut..
"santailah, tenangkan diri kalian aku akan menjelaskan semuanya. " tambah hologram itu...
Tidak lama kemudian mereka pun berdiri dihadapan gologram tersebut, kemudian hologram tersebut kemudian menjelaskan semuanya..
" aku adalah seperti yang saya jelaskan adalah ego dari ketiga cincin yang kalian pakai, aku dibuat oleh seseorang penyihir tingkat tinggi dengan teknologi crafting luar biasa, aku sudah ada sejak seribu tahun yang lalu, alasan aku diciptakan yaitu untuk melindungi alam semesta dari kekuatan jahat, namun penguasa jahat yang mengetahui tentangku ingin memurnikan aku, sehingga dengan kekuatannya penyihir yang menciptakan aku dengan kekuatannya mengirim aku melintasi alam semesta untuk menemukan pemilik yang cocok, aku sudah memilih beberapa orang dalam seribu tahun untuk melawan penguasa jahat, namun mereka selalu dikalahkan, namun sebelum aku direbut, dengan sisa kekuatannya, mereka melindungiku dan mengirimkan ku ditempat lain. Setelah sekian lama aku tiba ditempat kalian.. " jelas Hologram tersebut..
" lalu bagamana kami harus memanggilmu" tanya Sam dengan seksama.
"panggil saja aku Matanre, artinya puncak tertinggi, pembuatku memberikan nama tersebut agar pemilik ku kelak bisa mencapai puncak tertinggi hingga bisa melindungi alam semesta" jelas hologram tersebut.
"lalu dimana kita sekarang" tanya Dean juga dengan rasa penasaran..
"kita berada disebuah planet yang jauh dari planet bumi, nama planet ini adalah Mikuasi, kekuatan alam atau dibumi biasa disebut sihir dan beladiri adalah hal yang umum disini, selain itu ada juga disebut kekuatan cosmic yang berasal dari alam semesta" terang matanre lagi.
"lalu kenapa kami terpilih, kami hanya manusia biasa dan tidak memiliki kekuatan atau sihir sama sekali" Rin pun bertanya juga dengan seksama..
"pada hakekatnya ketiga cincin yang ada pada kalian dapat memberikan kekuatan yang sesuai keinginan terbesar serta potensi besar seseorang, itu akan menumbuhkan bakat skill kalian setelah cincin itu menyatu dengan kalian, mungkin kalian bertanya kemana cincin itu pergi, cincin itu ada dalam diri kalian, dan selalu berada bersama kalian sampai kalian melepasnya."" jawab matanre lagi..
"lalu bagaimana kami bisa mengetahui kekuatan apa yang kami punya saat ini" tanya Dean lagi dengan penasaran..
"baiklah aku akan melihat skill kalian, saya akan menampilkan didepan kalian, Rin coba maju dulu yang lain mundur" perintah matanre.
Kemudian Rin pun maju mendekat sesuai arahan matanre, setelah selesai menganalisa kekuatan Rin muncul sebuah layar biru yang menampilkan atribut Rin..
"kereeeeenn" celetuk Dean dari belakang dengan wajah berseri seri melihat layar seperti tampilan game yang selalu iya mainkan..
Matanre pun kemudian melanjutkan penjelasannya terhadapa kekuatan yang Rin miliki.
"Rin, kau adalah Magic elemental, dengan kekuatan mana yang mencapai 100, kau akan menjadi elemental yang kuat, untuk saat ini kau memiliki skill dasar tanah dan api, untuk kedepannya kau akan bisa melatih elemen lain namun kau harus berlatih dengan giat" jelas matanre.. "Rin coba kamu gunakan sihir api mu!! " perintah matanre
"bagaimana caranya?? Apa itu mana? " tanya Rin dengan penuh tanda tanya
" Rin, coba salur kan kekuatan pada tangan mu, rasakan energi yang mengalir ketanganmu, kemudian lepaskan energi itu dan bayangkan api yang membara ditanganmu" jelas matanre.
Kemudian Rin pun melakukan instruksi yang diajarkan oleh matanre tiba api tercipta ditangan Rin, namun dia tidak merasakan panas apapun.
"Wow, ini keren, Dean.. Sam, kalian lihatkan" dengan girangnya memamerkan api yang ditangannya...
"Aliran kekuatan yang kau rasakan merupakan mana, semakin besar mana yang kau alirkan semakin besar dampak kerusakannya, putuskan alirannya maka api ditangan mu akan padam.. Begitu pula dengan skill mu yang lain, engkau akan dapat membuat skill mu bekerja dengan melepaskan energi ke udara atau lokasi yang dituju sambil membayangkan skill apa yang ingin kau bentuk..
"selanjutnya Sam, majulah dan Rin coba kebelakang" perintah matanre lagi
Sam kemudian mengikuti instruksi dari matanre, kemudian matanre melakukan hal yang sama terhadap Sam, kemudian informasi tentang Sam kemudian muncul..
"Sam, kau adalah Seorang Fighter Body Enchant Magic, Skill dasar yang kau miliki sekarang adalah Penguatan Tubuh, kecepatan, serta penguatan Pukulan" jelas matanre, kemudian melanjutkan penjelasannya...
"Sam, memang kau memiliki mana yang cukup tinggi tapi jenis mana dengan Rin berbeda, kau tidak akan dapat menciptakan api seperti Rin"sambung matanre lagi.
"coba fokuskan mana mu ke kaki mu dan bayangkan skill apa yang ingin kau gunakan" jelas matanre lebih lanjut. Sam kemudian mencoba melakukan apa yang dikatakan oleh matanre, dan Sam pun dapat berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan sangat cepat. Selanjutnya giliran Dean pun tiba, dengan senangnya Dean pun maju tidak sabar ingin mengetahui kekuatan apa yang dia punya, setelah itu matanre pun melakukan hal yang sama terhadap Dean..
"Dean, kau adalah Seorang Gamer Trister magic, dan skill dasar yang kau punya adalah observer serta copy and create" jelas Matare..
"namun aku tidak bisa menjelaskan tentang gamer trister magic, ini hal yang baru bagi saya, namun untuk skill observer mu mungkin adalah skill visualisasi, sedangkan untuk skill copy and create aku belum jelas dengan hal itu, kemungkinan kamu hanya seorang tipe pendukung dalam pertarungan" jelas matanre.
Mendengar penjelasan Matanre Dean seketika menjadi tidak semangat. Melihat hal itu, Sam dan Rin yang sedari tadi berdiri dibelakang Dean, kemudian menepuk nepuk pundak Dean sambil memberikan semangat. Setelah semuanya selesai, matanre kemudian melanjutkan penjelasannya..
"Dean, Sam, Rin, kita harus menyelesaikan percakapan ini, aku takut dia menyadari kedatangan kita, latihanlah disini selama seminggu, itu akan meningkatkan skill kalian, setelah itu kita akan melakukan perjalanan untuk menyelesaikan misi kalian. jika kalian ingin memanggil ku, berpeganglah satu sama lain, dan panggil namaku" matanre pun kemudian menyelesaikan percakapannya kemudian menghilang.
Sementara itu Dean yang sedari tadi termenung mencoba memikirkan skill yang dia dapatkan dalam benak Dean memikirkan bahwa jika dia adalah seorang gamer apakah sama prosesnya dalam dunia game, dia pun mencoba memahami situasi. Melihat Dean hanya termenung, Rin kemudian menyapanya..
"Dean, kamu tidak apa apa? " tanya Rin dengan cemas..
" iya, tenang saja, aku hanya berusaha untuk memahami skill yang ku dapat" balas Dean..
"oh begitu, syukurlah... ya sudah aku latihan dulu.." sambil meninggalkan Dean yang sedang termenung..
Setelah memikirkan apa yang iya peroleh kemudian Dean berguman dengan pelan.
"status"
Tiba tiba sebuah tampilan layar muncul dihadapannya, layar itu menampilkan level Dean, level kemampuan dan serta status kesehatan dan mana point, selain itu dia juga melihat ada sebuah bar kosong yang mirip pengisian smartphone sejajar dengan levelnya,
Selain itu layar juga menampil kelincahan, vitalitas, kekuatannya. Melihat hal itu kemudian Dean memanggil Sam dan Rin dengan setengah berteriak
"Sam!! Rin!! Apa kau melihat apa yang dihadapan ku?"
Sam dan Rin yang sejak tadi latihan kemudian menghentikan latihannya dan mendekati Dean.
"saya tidak melihat apa apa" jawab Rin sambil menggelengkan kepala, begitu juga dengan Sam, dia juga menggelengkan kepalanya..
Dalam benak Dean ini sesuai dengan perkiraannya, bahwa hanya dia yang bisa melihat layar status yang ada didepannya. Kemudian Dean memusatkan mananya pada mata untuk menggunakan skill observer nya, sesuai perkiraannya dia bisa melihat informasi benda yang ia tujukan, kemudian dia pun mencoba untuk menggunakan skillnya pada Rin, dia juga bisa melihat lebih lengkap lagi dari apa yang ditunjukkan matanre, walaupun saat ini dia tidak memiliki skill untuk bertarung, namun dia merasa puas dengan skill yang dimilikinya...
Disuatu tempat yang belum diketahui oleh mereka bertiga, disebuah kastil yang menyeramkan dan gelap, disebuah ruangan yang agak remang remang tampak seseorang yang begitu besar sedang tertawa dengan senyum jahat diwajahnya memanggil bawahannya dengan berteriak
"Lamire!!! Sini kau!!"
Tidak lama kemudian tampak sesosok manusia masuk kedalam ruangan itu dan langsung membungkuk memberi hormat dihadapan orang tersebut...
"ada apa tuanku? "" jawab Lamire (sosoknya belum bisa terlihat dengan jelas karna masih agak gelap)
"aku merasakan kehadiran kekuatan cincin itu, tampaknya sudah menemukan orang lemah lagi untuk dibawa kesini" jelas sosok besar misterius itu..
"iya tuanku, saya juga merasakannya, saya sudah mengecek menggunakan batu pencari" letaknya dikedalaman hutan yang berada dipinggiran desa terpencil Toaha, jaraknya sangat jauh dari sini tuan ku" jawab sosok lamire
"aku tahu desa itu, kirim Dia, aku yakin Dia bisa mengatasinya, jangan sampai cincin itu menghilang kali ini.. " jelas sosok misterius itu...
"baik tuanku aku akan mengirimnya sesuai dengan perintah tuanku, kalau begitu saya pergi dulu tuanku" jawab sosok lamire dan kemudian meninggalkan ruangan itu..
Tanpa disadari ketiganya sesosok musuh yang kuat mengincar mereka...