Lelaki itu terlihat resah, apalagi setelah melihat wajah putri kecilnya murung. Mendung terus membayang pada raut cantiknya. Ia menoleh kepada wanita berkebangsaan jepang yang bila berbicara dalam bahasa inggris terdengar lucu di telinganya.
"Ada apa dengan Isabel, Dok?" tanya Mahisa. Entah kenapa kali ini ia pun merasa sedih tanpa tahu penyebabnya.
"Sebentar lagi kita akan landing, kalau bisa, kita berkumpul dulu di kantorku," ujar Hatsuka alih-alih menjawab pertanyaan Mahisa.
Mahisa mengangguk, jawaban Hatsuka semakin membuatnya gelisah. Sementara ini tidak ada yang bisa ia lakukan selain memeluk erat Isabel. "Semoga tidak ada sesuatu yang tidak diinginkan," batin Mahisa.
Jet pribadi yang telah membawa mereka memasuki negara Jepang, mendarat dengan mulus di landasan. Hatsuka bers