Jangan lupa komen ^^
~M E M O R I E S~
"Bego!"
Riki melengos setelah mendengar ucapan dari Ben, cowok itu menyedot es kopi yang isinya tinggal setengah kosong. Membasahi kerongkongan yang kering kerontang karena udara panas siang ini membuatnya merasa sangat gerah. Bahkan dedaunan pohon akasia yang tumbuh dengan rimbun itu, sama-sekali tak bergerak. Sepertinya Tuhan memang sedang mencoba membuat simulasi berada di neraka hari itu.
Lihatlah, beberapa mahasiswi yang kini sibuk mondar-mandir itu. Mereka dengan sangat kemayu berjalan membawa mini fan, atau sengaja mengibaskan rambut dan menyelipkanya ke belakang telinga saat sedang berjalan melewati Ben. Riki berdecih, coba saja mereka benar-benar jadian dengan sohibnya itu. Pasti setiap hari gadis-gadis itu akan sibuk mencari quotes gal