Jangan lupa tekan love!
Happy reading, guys!
~M E M O R I E S~
Di sepanjang perjalanan menuju ke kampus sore itu, Ben mengabaikan Dara yang sedari tadi menyenggol lengannya, bahkan mencoba mengajak dirinya bicara. Ben paham bahwa Dara pasti merasa bersalah padanya, karena itu juga Dara sedang berusaha untuk merayunya. Keduanya kini berjalan beriringan meninggalkan Riki yang mengikuti mereka berdua dari belakang seperti kambing conge. Dan entah kenapa sialnya, kafe milik Galang yang biasanya terasa dekat dari kampus hari itu terasa sangat jauh saat Riki melihat Ben dan Dara berjalan barengan seperti ini.
Demi apa, jiwa ke-jomloan dalam diri Riki sudah meronta-ronta ingin diselamatkan.
"Misi, Pak, Buk." Cowok bertubuh tinggi itu akhinya membelah jalanan, dengan sengaja memisahkan D