Selesai dengan kegiatan mandinya, Alvano pergi ke kamarnya untuk memakai baju, selesai mematuk dirinya di depan cermin, Alvano segera keluar dan menuju ke dapur untuk makan malam,rumah Alvano ini tidak memiliki ruang makan,jadi mereka kalau mau makan langsung di dapur yang sudah ada meja yang di jadikan menjadi makan.
Selesai makan Alvano pamit kepada Mama dan ketiga kakaknya untuk ronda malam, kebetulan hari ini jadwal nya bersama temannya yang meronda.
" huh,apa Joko sudah sembuh ya, kalau dia masih sakit, berarti aku sendiri dong ngerondanya," gumam Alvano, disela-sela langkahnya.
10 menit kemudian Alvano sampai di pos ronda, disana dia melihat kalau temannya Joko sudah berada di sana, Alvano menghampiri Joko dan bapak bapak Yang sedang berbincang-bincang.
" selamat malam pak/jok" sapa Alvano, kemudian Alvano duduk di dekat Joko.
" malam juga van," balas mereka.
" udah sehat kau jok," ucap Alvano.
" udah mendingan, makanya aku datang ke pos ronda, kalau nggak kamu sendirian nanti ngerondanya," jawab Joko, Alvano tersenyum tipis mendengar ucapan sahabat nya itu.
Alvano dan Joko sudah berteman sejak mereka kecil, jadi perusahaan mereka sangat erat,saling membantu dan mendukung satu sama lain, Joko juga tau kalau Alvano bukan anak kandung dari buk Fitri, begitupun dengan orang tua Joko, didesa kenari ini yang tau Alvano anak angkat buk Fitri cuma Joko, orang tua Joko,dan pak RT.
" Van, ada tugas nggak, kalau ada liat dong," ucap Joko.
" aman, hari ini nggak ada tugas," jawab Alvano.
" ohya Van, selepas sma ini Lo mau lanjut kuliah atau tidak," tanya Joko.
" sepertinya nggak jok,aku mau langsung kerja aja,dan aku juga mau mencari siapa orang tua kandung ku,kan kamu tau sendiri, kalau kamu gimana lanjut kuliah apa nggak," ujar Alvano.
" Sama kayak nya, orang tua ku nggak ada biaya untuk kuliah, jadi aku nggak mau ngerepotin mereka," jawab Joko, Alvano mengangguk setuju dengan ucapan temannya itu.
Pukul 09.00, Alvano dan Joko memulai ronda mereka, mereka berkeliling desa kenari, untuk memastikan apakah ada hal yang mencurigakan atau tidak, setelah tiga jam berkeliling dan sudah memastikan tidak ada hal-hal yang mencurigakan,mereka pulang kerumah masing masing-masing.
Setibanya di rumah Alvano langsung masuk dan pergi ke dapur sebentar untuk minum, setelah selesai Alvano masuk kedalam kamar nya untuk tidur, setibanya dikamar Alvano pun langsung membaringkan tubuhnya,tapi matanya tidak bisa terpejam.
" huuft, suatu hari nanti aku akan mencari tau siapa kedua orang tuaku," gumam Alvano.setengah jam lamanya Alvano berperang dengan pikirannya sendiri, matanya sudah merasa berat karena mengantuk ia pun memejamkan matanya.
Pagi harinya Alvano terbangun pukul 05.00,ia mengerjapkan matanya beberapa untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke Indra penglihatannya,merasa sudah cukup, Alvano bergegas menuju ke kamar mandi.
15 menit kemudian Alvano selesai dengan kegiatan mandinya,ia masuk ke kamarnya untuk memakai seragam sekolahnya, selesai memakai seragam kerja Alvano pergi ke dapur untuk sarapan, di dapur ia melihat Mama dan kakak pertamanya sedang menyiapkan makanan untuk mereka.
" pagi ma/kak, ujar Alvano, kemudian ia duduk di kursi.
" pagi juga sayang/dek," balas mama dan kakak pertamanya, kemudian mereka melanjutkan menyiapkan makanan, bertepatan dengan selesai nya makanan dibuat oleh Mama dan kakak pertamanya, kakak kedua dan ketiga nya datang dan langsung duduk.dan mulai menyantap makanan mereka.
15 menit Alvano sudah selesai makan,ia berpamitan kepada kakak dan mamanya berangkat ke sekolah,tak lupa ia membawa bekal yang selalu di siapkan oleh Mamanya,Alvano berjalan keluar lalu mengambil sepeda yang biasa menemani nya berangkat ke sekolah, Alvano dengan penuh semangat terus mengayuh sepedanya, menuju ke sekolah, walaupun sering di-bully, di hina dan dicaci maki,Alvano tetap semangat menjalani hidup nya.
Beberapa saat kemudian Alvano sampai di sma Martadinata,ia segera memarkirkan sepeda di tempat biasa,ia berjalan menuju ke kelasnya, Alvano berpapasan dengan Bella yang baru saja selesai dari ruangan kepala sekolah.
" pagi Van," sapa Bella.
" pagi juga Bella," balas Alvano, kemudian Alvano dan Bella berjalan beriringan menuju ke kelas mereka, tanpa mereka sadari, dari kejauhan ada empat orang yang memperhatikan interaksi Alvano dan Bella.
Yang memperlihatkan Alvano dan Bella adalah sandi orang yang suka membuli Vano dan murid lain yang bersekolah di sma Martadinata mengandalkan beasiswa.
" b4jingan, semakin hari mereka semakin dekat saja,awas kau miskin, hari ini adalah hari terakhir untuk mu," ucap sandi mengepalkan tangannya hingga kuku tangannya berubah menjadi putri.
" San,pulang sekolah nanti kita yang akan menghabisi anak miskin itu atau bagaimana?" Ucap Rudianto.
" Kita tidak perlu turun tangan, karena aku sudah menyuruh pengawal ku untuk menghajarnya, kita hanya menonton saja nanti," ujar sandi menyeringai.
" huh, padahal aku sudah tidak sabar untuk menghabiskan nya,tapi tak apalah, itu juga lebih baik," ucap Mereka berempat pun masuk kedalam kelasnya yang berbeda dengan Alvano.
Bel masuk berbunyi menandakan pelajaran pertama dimulai, Alvano mengikuti pelajaran dengan serius, setiap ada pertanyaan dari guru, Alvano selalu bisa menjawabnya, setelah mengikuti pelajaran jam pertama dan kedua,bel istirahat berbunyi,semua murid berhamburan keluar kelas.
Bella menghampiri Alvano yang mengeluarkan bekal yang ia bawa dari rumah," Van aku gabung ya,aku juga bawa bekal," ucap Bella.
" boleh gabung aja, nggak ada yang larang," ucap Alvano, Bella pun duduk di samping Alvano lalu membuka bekal yang ia bawa, mereka berdua makan dan sesekali bercanda.
" sampai kapan kamu nggak peka gini Van, sudah lama aku menahan perasaan ini terhadap kamu,apa kamu tidak suka dengan ku," gumam Bella dalam hatinya.
Bela melanjutkan makannya dengan sesekali mencuri pandang ke Alvano, sebenarnya Alvano sadar kalau Bella diam-diam curi pandang kepadanya, tapi dia tidak menggubrisnya.
Saat Dika dan Bella lagi asik makan berdua,lain halnya dengan sandi dan ketiga temannya, saat ini sandi berada di gudang belakang sekolah yang menjadi tempat mereka berkumpul atau lagi bolos jam pelajaran.
" Sial,kemana anak miskin itu, Sibella juga tidak kelihatan tadi di kantin, pasti anak miskin itu lagi berduaan dengannya," ucap Sandi.
" udah sabaran San, kita tunggu aja nanti sepulang sekolah, setelah itu Lo bisa leluasa mendekati si Bella," ujar Abimanyu.
" Lo benar,gue harus bersabar sampai pulang sekolah nanti,anak miskin Lo tunggu aja gue pastikan hari ini adalah hari terakhir Lo," ucap Sandi.
" ayo kekelas, bentar lagi bel masuk," ucap Rudianto,sandi menganggukkan kepalanya lalu berjalan terlebih dahulu, ketiga temannya mengikuti sandi dari belakang.
Alvano dan Bella tidak beranjak dari dalam kelas sampai waktu istirahat habis, untuk hari ini temannya Joko Masih belum masuk,dan Bella duduk di bangku sebelah Alvano,ia ingin dekat dengan alvano.guru pelajaran selanjutnya pun masuk ke dalam kelas dan memulai pelajaran.
Singkatnya, bel pulang sekolah pun sudah berbunyi,guru yang mengajar di kelas Alvano, mengakhiri kegiatan mengajarnya,Vano memasukkan bukunya kedalam tas setelah itu ia keluar dari kelasnya menuju ke parkiran tempat sepedanya.
" bel, duluan ya," ucap Alvano.
" iya Van, hati-hati pulangnya," ucap Bella, Alvano mengangguk, lalu ia mengayuh sepedanya keluar dari area sekolah.
" semoga kamu tidak kenapa-napa Van, entah kenapa sedari tadi kau merasakan sesuatu akan terjadi pada kamu, semoga saja kamu selamat sampai rumah," gumam Bella dalam hatinya, kemudian ia masuk kedalam mobilnya.
Tak jauh dari Bella berada, sandi dan ketiga temannya melihat interaksi Alvano dengan Bella, sandi langsung menelepon pengawalnya di jalan yang dilalui oleh Alvano.
" kalian bersiaplah, target sedang menuju ke arah kalian," ucap Sandi.
(" baik tuan muda,kami pastikan bocah itu tak akan selamat," ucap pengawal sandi di sambungan telepon ).
" bagus nanti ada bonus untuk kalian jika berhasil," ujar sandi lalu mematikan telepon.
" ayo kita lihat dari jauh," ucap sandi kepada ketiga temannya, sandi dan ketiga temannya segera pergi dari sana.
Alvano terus mengayuh sepedanya melewati jalan biasa, Alvano tidak menyadari nyawanya sedang terancam, setelah berada di jalan yang sepi, sebuah mobil Van bewarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Alvano dari belakangnya,Alvano Sama sekali tidak menyadari nya.
Braaak...
Suara benturan cukup keras terdengar saat mobil Van hitam itu menabrak Alvano,tapi sayangnya disana sangat sepi, Alvano pun terpental cukup jauh dan jatuh ke aspal cukup keras, darah sudah mengalir di pelipis dan sudut bibirnya.
" aaarrgh, sa-sakit," ucap Alvano lirih,ia melihat ada mobil Van hitam yang menabraknya dari belakang berhenti, sesaat kemudian turun Lima orang berbadan kekar memakai pakaian serba hitam.
" si-siapa kalian,ke-kenapa kalian mencelakaiku," ucap Alvano terbata karena menahan rasa sakit.
" hahaha,kau ingin tau? baiklah aku beritahu,kami pengawal keluarga tuan muda sandi,ini akibatnya kau berani dengan tuan muda sandi," ucap pemimpin pengawal itu.
" patahkan tangan dan kakinya, setelah itu kita buang dia kehutan," ucap pemimpin pengawal itu.
" baik pemimpin," jawab anggotanya,dua orang pengawal keluarga Sandi maju kearah Alvano sehingga membuat Alvano semakin ketakutan.
" ma-mau apa kalian," ucap Alvano terbata.
Kedua pengawal itu tidak menjawab ucapan Alvano, namun keduanya memukul Alvano dengan brutalnya.
Bug....
Bug....
Kraak...
" aaarrgh...a-ampun,ak-aku sudah tidak kuat lagi," ucap Alvano,namun keduanya tidak berhenti sedikitpun, kedua pengawal sandi terus membabi-buta menghajarnya,dan mematahkan kedua kaki dan tangan Alvano.
Sehingga membuat pandangan Alvano mulai mengabur," inikah akhir hidupku, maafkan aku ma,kak," gumam Dika dalam hatinya, setelah itu kesadaran Alvano hilang.
Dari kejauhan sandi dan ketiga temannya tersenyum melihat orang yang mereka benci sudah sekarat,sandi segera menghampiri pengawalnya itu.
" kalian buang dia kehutan, biar dimakan oleh binatang buas," ujar Sandi.
" baik tuan muda," jawab kelima pengawal nya, kemudian salah satu dari mereka memasukkan Alvano kedalam mobil Van tersebut, setelah itu mereka pergi ke arah hutan,tak jauh dari rumah Alvano.
" ayo cabut, kita rayakan keberhasilan kita menghabisi bocah miskin itu.
" Oke,gue juga senang melihatnya sekarat seperti itu," ucap Abimanyu,sandi dan ketiga temannya segera meninggalkan lokasi, mereka takut ada yang melihatnya.