Dua hari setelah acara perpisahan sekolah, Kiran mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk mulai mendaftar di universitas pilihannya. Rian kini tengah menunggui gadisnya berdandan diteras rumah,Rian sering sekali menghabiskan waktu bersamanya dirumah Kiran menurutnya lebih baik mendekatkan diri pada keluarga Kiran dibandingkan sekedar jalan atau nongkrong diluar. Kiran yang sudah rapi berpamitan dengan orang tuanya tak lupa Rian pun ikut berpamitan, ayah Kiran akhir-akhir ini sering berada dirumah karena bisnis nya agak sepi, keluarga Kiran memiliki minimarket dan juga showroom motor. Kiran anak ke tiga dari tiga bersaudara kedua kakak Kiran sudah memiliki keluarga, yang pertama kakak laki-lakinya sudah memiliki seorang putri, yang kedua kakak perempuan baru saja menikah. Jadi dirumah itu hanya tinggal ayah bunda dan Kiran.
"Kemana dulu nih" tanya Rian saat Kiran baru menaiki motor sport nya
"Kita ke tempat anak-anak dulu ya, janjian tadi soalnya" ucap Kiran ya tadi pagi gadis itu sudah janjian terlebih dahulu pada Risma dan Shinta juga teman Rian, si Bagas.
"Siap sayang ku kita jalan sekarang" Rian melajukan motor nya keluar halaman rumah Kiran
**************
Ditempat lain Risma dan Shinta mulai bete nungguin Kiran gak datang-datang sudah 1 gelas smoothies mereka habiskan, cemilan kentang goreng pun sudah ludes.
"Tuh mereka nongol juga" teriak Bagas dengan menunjuk Kiran juga Rian
"Lama bener dah lu pada, belok-belok sih jalannya" sindir Shinta
"Sorry tadi gue masih luluran dulu pas mandi, Rian aja nungguin lama gak ngambek kyk Lo pada" sewot Kiran sementara Rian hanya cengengesan.
"Ngapain dah pake mandi lulur, Lo mandi aja udah lama banget ditambah pake lulur berapa jam udah di delem kamar mandi" jawab Risma yang sedari tadi bete nungguin Kiran
"Yaa kan gue pengen keliatan lebih menonjol dari lu pada" ucap Kiran dengan senyum jahil dan melirik ke arah Rian "sapa tau ntar ada kakak mahasiswa cakep" goda Kiran membuat Rian mendengus dan menjitak kepala gadis itu
"Awas aja kalo kamu berani caper sama cowok lain, aku iket tangan kamu biar gak bisa jauh dari aku" sarkas Rian membuat tawa mereka menggelegar
"Becanda sayang, cowok aku udah paling cakep gini kok mau caper, caper nya cukup sama kamu aja" jawab Kiran
"Ah udah yuk berangkat, ntar keburu siang" Bagas mengakhiri gurauan dan beranjak pergi ke kampus
"Padahal gue baru nyampe gas, haus tau" ucap Kiran dan tak ingin berlama-lama juga Rian pun menarik tangan gadis itu. Sambil berkata "nanti aku beliin kamu minuman di sana aja ya" kiran tak akan pernah bisa membantah ucapan Rian.
*************
Dirumah ayah dan bunda sedang berbincang-bincang mengenai bisnis mereka yang mulai menurun
"Bun, showroom kita udah gak bisa di andalkan lagi Udah banyak pesaingnya. Akhir-akhir ini kita selalu merugi dengan biaya perawatan juga harga yang tiba-tiba menurun" sambat ayah
"Terus gimana yah baiknya, kita lagi butuh banyak-banyak nya uang untuk biaya kuliahnya Kiran" tanya bunda
"Ayah gak tau Bun, mana minimarket juga banyak tagihan" jawab ayah Kiran
Dan telpon ayah Kiran berdering
"Assalamualaikum iya halo pak"
".............."
"Gimana bisa saya gak pernah telat bayar pajak usaha saya pak"
"............."
"Baik saya akan langsung tanyakan ke pegawai saya"
".........."
"Waalaikum salam" ayah Kiran terkejut dengan telpon masuk itu membuat Bunda cemas melihat suaminya kini pucat
"Kenapa yah" tanya bunda
"Sebentar ya Bun, ayah gak bisa jelasin dulu. Ayah mau memastikan nya dulu ke Tommy" ayah Kiran pergi menemui Tommy karyawan kepercayaan keluarga Kiran yang sudah bertahun-tahun mengabdi ke keluarga itu.
Bunda hanya bisa duduk dengan kekhawatiran dan kecemasan pasalnya suaminya tadi langsung bergegas pergi tanpa menjelaskan apapun kepadanya
"Bunda ngapain sih bengong" seketika bunda terkejut bukan main saat Kiran menyapa dari belakang
"Aduuuuh kamu bikin bunda jantungan deh"
"Ya lagian bunda ngapain ngelamun, Kiran masuk ngucap salam gak dijawab, ngomongnya Kiran juga pelan, mikirin apa hayooo"
"GPP cuma capek aja bunda, ya udah bunda mau istirahat dulu ya Kiran" pamit bunda untuk istirahat
Belum sempat masuk kedalam kamar telpon rumah berdering.
"Assalamualaikum iya haloo" diangkat bunda
"Ya Allah, terus bapak ada di mana sekarang dibawa kemana" suara kecemasan bunda membuat Kiran bingung apa yang terjadi. Dan bunda setelah bunda menutup sambungan telepon Kiran baru bertanya
"Ada apa Bun" tanya Kiran
"Ayah kena serangan jantung Kiran, ayo kita ke rumah sakit sekarang" tanpa menjelaskan apa yang terjadi hingga membuat ayah Kiran kena serangan jantung
****************
.
Dirumah sakit Kiran dan bunda duduk disamping ayah Kiran, untungnya serangan tersebut tak terlalu fatal hanya membuat ayahnya syok saja, pintu terbuka dan munculah kakak laki-laki Kiran kak Devan dan mbak Tami
"Kok bisa jadi gini sih Bun" kata devan
"Bunda masih belum tau apa-apa le" jawab bunda "masih nunggu ayah mu siuman dulu"
"Bun, dari awal aku udah curiga sama Tommy tapi ayah selalu gak percaya sama Devan"
"Sebenernya ada apa sih Bun" tanya Kiran
"Yang bunda tahu, Tommy sudah mengelapkan dana perusahaan sama gak bayar pajak" jawab bunda nampak lesu
Setelah lama menunggu ayah Kiran akhirnya siuman dan tersadar diri, melihat semua anak dan istrinya berada disamping nya kini menatap penuh kekhawatiran, dan tak terasa kepedihan tersirat di mata ayah Kiran. Tidak ada yang berani menanyakan tentang apa yang sudah terjadi tadi namun ayah Kiran akhirnya buka suara.
"Kita sedang diambang kehancuran, ayah tertipu oleh keluguan Tommy" ucapnya "bukan sekedar penggelapan dana dan tunggakan pajak tapi juga kita terlilit hutang dengan bunga tinggi" pasrah ayah Kiran sontak membuat seluruh keluarga terkejut bukan main
"Sudah yah, ayah istirahat aja dulu jangan banyak dipikirkan yah" kata bunda
"Iya yah, nanti aja dicari solusinya sama-sama. Iya kan bang" sambil melirik kearah Devan
Dan di angguki sang kakak.
Kini tinggal bunda seorang yang menjaga ayah Kiran, sementara yang lain sudah pulang. Kiran sendiri sudah sampai dirumah nya dan mengistirahatkan tubuh nya yang sangat lelah dengan kegiatan nya sehari ini ditambah pikirannya tentang sang ayah. Walaupun ayahnya kini sudah membaik namun gadis itu tak tahu apa yang tengah terjadi sebenarnya. Tiba-tiba ponsel nya berdering dan dilihatnya tag nama dilayar ponsel nya "my lovely"