“Kenapa?”
Mirai akhirnya mengeluarkan suara setelah hanya ada keheningan di antara dirinya dan juga Aksa. Mereka dalam perjalanan pulang dari tempat kursus, seperti yang tadi Aksa katakan lelaki itu akan menjemputnya. Namun dalam perjalanan, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Aksara, membuat Mirai bertanya-tanya sampai akhirnya memilih untuk memulai pembicaraan.
Aksa menoleh sebentar sebelum kembali menatap jalanan, fokus menyetir. Ia memang menjemput Mirai dengan menggunakan mobilnya, selain karena sore hari Bandung selalu hujan, Aksa masih tidak bisa membawa Mirai dengan sepeda motornya, terlalu takut dengan apa yang terjadi kepada mereka waktu itu.
“Emang aku kenapa?” Bukannya menjawab, Aksa justru membalas dengan pertanyaan.
Mirai mengembuskan napas pelan, sejak